SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA

BANTUL – Aneka layang-layang unik dengan berbagai ukuran kembali ditampilkan dalam Festival Layang-Layang di Pantai Parangkusumo, Sabtu (28/7). Dalam festival ini puluhan klup layang-layang baik lokal maupun internasional diundang untuk acara yang digelar dua hari hingga hari ini (29/7).

Ketua Panitia Festival Layang-Layang Ahmad Kurniawan menjelaskan, festival ini merupakan keenam kali diselenggarakan dan menggandeng pelayang internasional. Selain dalam bentuk festival, juga diselenggarakan lomba layang-layang dengan empat kategori. Kategori itu tradisional, dua dimensi, tiga dimensi, dan trenaga.

Hari pertama dilombakan tiga kategori yakni tradisional, dua dimensi, dan tiga dimensi. Puncak acara hari ini menampilkan kategori trenaga. “Layang-layang ini berukuran besar. Panjangnya bisa sampai 150 meter dengan diameter minimal 40 cm,” ungkapnya.

Festival Layang-Layang digelar untuk memunculkan kembali permainan layang-layang agar generasi muda turut melestarikan dan mencintai permainan layang-layang. Selain itu untuk menarik wisatawan dan melatih kreativitas masyarakat pecinta layang-layang.

Selain diikuti dari berbagai wilayah Indonesia, peserta festival ini juga datang dari India dan Malaysia. “Mereka turut menyemarakkan festival ini, namun tidak ikut perlombaan,” jelas Ahmad.

Supardi, 44, pelayang asal Trenggalek mengatakan, festival ini sangat menarik sehingga dia turut dalam acara ini dengan menampilkan layang-layang berbentuk burung walet. Layang-layang dibuatnya pagi sebelum perlombaan berlangsung.

Antusiasme wisatawan untuk datang ke Pantai Parangkusumo dengan digelarnya festival ini cukup tinggi. “Walau sudah jadi even tahunan, festival layang-layang selalu unik dan menarik. Yang paling saya suka layang-layang bertuliskan India,” ungkap Vina Astriani, 26, wisatawan asal Muntilan, Kabupaten Magelang. (cr6/laz/fn)