Kendalikan Sampah Plastik menjadi tema peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) tingkat DIY 2018. Pilihan tema itu memunculkan kesadaran bersama cara mengatasi sampah plastik. Diakui, dampak peningkatan aktivitas dan kebutuhan manusia menyebabkan terjadinya penumpukan sampah plastik.

“Ini membutuhkan tindak lanjut pengelolaan yang cepat, tepat dan ramah lingkungan,” ungkap Sekretari Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi di depan peserta peringatan HLH tingkat DIY 2018 yang dipusatkan di Pantai Trisik, Kulonprogo Minggu(29/7).

SAMPAH LAUT: Aktivis penggiat lingkungan melakukan aksi bersih sampah di Pantai Trisik.

Gatot yang datang mewakili Gubernur DIY Hamengku Buwono X ini mengungkapkan, selama 10 tahun terakhir komposisi sampah plastik menunjukkan tren meningkat. Persentasenya dari 11 persen pada 2005 menjadi 15 persen pada 2015.

Menurut dia, sumber utama sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman, kantong belanja dan pembungkus barang lainnya. Dari total timbunan sampah plastik yang didaur ulang diperkirakan baru 10-15 persen saja. “Selebihnya 60-70 persen ditimbun di TPA dan 15-30 persen belum terkelola dan terbuang di lingkungan perairan terutama sungai, danau pantai serta laut,” kata Sekda.

TAMU KEHORMATAN: Jajaran pejabat Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo menghadiri puncak HLH 2018.

Karena itu pemerintah harus mengeluarkan regulasi pengelolaan sampah plastik dengan pengurangan kantong belanja plastik di sektor ritel dan peta jalan pengurangan sampah oleh produsen. Misalnya seperti pelaku manufaktur, pemegang merek, pelaku usaha ritel serta pelaku usaha jasa makanan dan minuman. Ditambah rencana aksi terpadu penanganan sampah plastik di laut.

Selain itu, mengatasi sampah kemasan plastik diperlukan kebijakan dan strategi berupa sinergi antara perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial. Tujuan akhirnya melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

MENARIK PENGUNJUNG: Produk-produk daur ulang ikut dipamerkan di hadapan masyarakat.

Gatot mengajak HLH 2018 merupakan momentum mulai mengubah perilaku masyarakat sebagai modal utama pembangunan nasional berkelanjutan menuju masyarakat yang dapat menikmati lingkungan yang baik dan sehat.

Peringatan HLH 2018 diawali dengan aksi bersih sampah di Pantai Trisik. Aksi melibatkan LSM dan masyarakat peduli lingkungan, wisatawan dan aparat Pemda DIY serta Pemkab Kulonprogo.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY Tri Mulyono mengatakan, dengan meningkatnya kesadaran pentingnya pengelolaan lingkungan hidup, diharapkan kepedulian masyarakat dan para pemangku kepentingan juga meningkat.

Sebelum puncak acara di Pantai Trisik, BLH DIY telah mengadakan serangkaian kegiatan di kabupaten dan kota se-DIY. Di antaranya, pembersihan pantai di Pantai Baros, Pengik dan Pantai Samas pada Rabu (18/7), Sabtu (21/7) dan Minggu (22/7)/ Kemudian pembersihan sungai di lima tempat yakni Sungai Bedog, Winongo, Code, Gajahwong dan Sungai Kuning. Pembersihan mulai Maret hingga Oktober mendatang.

“Kegiatan tersebut sebagai upaya mengurangi penimbunan sampah di DIY termasuk di Kulonprogo yang mencanangkan 2025 bersih dari sampah,” katanya.

HLH 2018 diikuti 300 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur pemerintah daerah, penggiat LSM, tokoh masyarakat dan lainnya. Usai aksi bersih sampah pantai, dilanjutkan atraksi peragaan busana produk daur ulang sampah. Dalam kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis bibit pohon cemara udara, deklarasi bebas Sampah 2025 dan pameran, klinik serta edukasi.

BLH juga memberikan penghargaan kepada pemenang bank sampah terbaik tingkat DIY kategori bank sampah lanjut dan bank sampah pemula. Pemenang Kalpataru tingkat DIY 2018 kategori perintis, penyelamat dan pengabdi serta pembina lingkungan. Juga Pemenang sekolah Adiwiyata tingkat DIY 2018 kategori SD/MI. SMP/MTs dan SMA, SMK serta MA. (kus/fn)