SLEMAN-Sesuai mandat Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia dengan program tol laut, Kementrian Perhubungan berinisiatif akan membangun 15 jalur tol laut pada 2023 nanti.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Dialog Nasional bertajuk Transportasi Laut sebagai Solusi Menuju Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia di Akademi Maritim Yogyakarta (AMY) Sabtu (28/7). “Kompetisi dari pada pengangkutan barang atau logistik melalui moda transportasi laut di Indonesia ini sudah semakin baik bahkan kita punya sisa anggaran. Lima belas jalur tol laut ini menjadi inisiatif kami sekarang,” ujar Budi.

Menurutnya, 15 tol laut tersebut dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sekaligus menjadi salah satu solusi untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.“Tol laut ini juga dapat mengurangi disparitas harga untuk saudara-saudara di pelosok, mereka berhak mendapatkan harga murah,” imbuhnya.
Budi mengaku tahun ini tidak hanya menggandeng PT PELNI saja untuk mewujudkan pembangunan tol laut tersebut. Pihaknya juga mengajak pihak swasta dan pemerintah daerah. Menurutnya kendala aktivitas perdagangan yang menggunakan moda laut ini karena tidak adanya jalur penghubung angkutan-angkutan komersial dari Indonesia timur ke barat.

Direktur AMY Wegig Pratama menambahkan, 90 persen aktivitas perdagangan internasional dilakukan melalui moda transportasi laut. Sementara 40 persen dari rute yang dilalui adalah rute di wilayah perairan Indonesia.

Program tol laut ini dalam rangka pemanfaatan rantai distribusi global dan peningkatan konektivitas antar pulau di Indonesia. Konektivitas ini sebagai langkah strategis untuk menghilangkan disparitas harga yang terjadi di wilayah Barat dan Timur Indonesia.”Baik regulator, operator, maupun user masing-masing harus mempersiapkan diri dengan baik,” jelas Wegig di harapan 400 lebih tamu undangan yang hadir.

AMY sendiri sudah banyak berkontribusi dalam menyiapkan SDM yang andal di dunia kemaritiman. Lulusannya pun banyak bekerja di bidang terkait seperti di pelabuhan maupun perusahaan yang bergerak di bagian pengangkutan barang.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menjelaskan, jika kita sudah mampu mendayagunakan sumber daya kelautan secara optimal berarti kita sudah tergolong sebagai negara maju. Secara geografis Indonesia adalah perairan yang bertaburkan pulau-pulau.”Mestinya Indonesia lebih tepat disebut negara maritim bukan negara kepulauan,’’ terangnya. (ita/din/fn)