GUNUNGKIDUL – Rumput gajah menjadi komoditas favorit bagi Kelompok Ternak Margomulyo, Banaran, Playen. Bagaimana tidak, cukup dengan menanam rumput bernutrisi tinggi tersebut di atas lahan seluas tiga hektare kelompok ternak ini mengantongi Rp 1 miliar per tahun.

”Setahun menghasilkan sekitar 1.200 ton rumput per tahun,” jelas Ketua Kelompok Ternak Margomulyo Sabar di sela panen rumput gajah Senin (30/7).

Diceritakan, ide penanaman hijauan pakan ternak (HPT) dimulai pada 2006. Saat itu sebatas untuk mencukupi kebutuhan ternak anggota kelompok. Kelompok ternak memanfaatkan Hutan Wanagama, Gading, Playen sebagai lokasi. Lantaran berdekatan dengan Sungai Oya.

”Biar penyiramannya tidak sulit,” ucapnya.

Dari itu, tanaman HPT ini tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca. Saat musim kemarau, misalnya, per satu meter lahan mampu menghasilkan sekitar 10 kilogram rumput. Sedangkan saat musim penghujan meningkat menjadi 15 kilogram.

”Dipanen tiga kali setahun,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto pemanfaatan lahan ini mendukung salah satu program pemkab. Yakni, upaya khusus sapi induk wajib bunting. Kendati begitu, Bambang tetap mendorong kelompok ternak membuat pakan alternatif. Seperti pakan berbahan batang tanaman jagung.

”Kualitasnya bagus,” katanya.

Bupati Gunungkidul juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, keberadaan HPT dapat meningkatkan populasi ternak di Bumi Handayani. Tanpa mengeluarkan uang banyak untuk kebutuhan pakan, peternak dapat meraup keuntungan banyak. (gun/zam/mg1)