JOGJA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) DIJ Prof Dr Djoko Pekik Irianto MKes AIFO meminta agar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DIJ dan DBL Jogja bersinergi dalam hal pembinaan atlet, khususnya cabang olahraga bola basket di DIJ.

“Harus bersinergi, karena memiliki satu kesamaan,’’ ujarnya saat diskusi antara Perbasi DIJ dan DBL Jogja di Kantor KONI DIJ, Senin (30/7). Menurut Joko Pekik, proses untuk mencapai prestasi itu ditempuh dengan dua jalur. Pertama, dengan jalur klub atau perkumpulan. Kedua dengan jalur pelajar.

Menurutnya, keduanya memiliki kesamaan, yakni fokus pada pembinaan. Jadi, baik Perbasi dan DBL punya satu tujuan yakni prestasi.

”Maka pertemuan ini baik untuk menciptakan sinergi antara keduanya,” tegasnya.

Ketua Umum Perbasi Pengda DIJ Yoseph Junaidi berharap DBL Jogja ikut membantu suksesnya beberapa program kerja yang telah mereka susun. Perbasi memahami dan mendukung penuh penyelenggaraan DBL. Baik DBL maupun Perbasi terus berjalan bersama untuk membina basket di Jogjakarta.

“Kami acungi jempol untuk DBL dan semoga kerja sama akan terus berjalan baik,” ujar Junaidi didampingi Ketua Harian Perbasi DIJ Singgih, Sekum Perbasi DIJ Candra Kobo, dan Ketua Bina Prestasi Perbasi DIJ Christian.

Junaidi menambahkan, program yang paling dekat dan sedang dijalani yaitu menyiapkan tim DIJ untuk maju pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) November mendatang. “Kami berharap DBL dapat mendukung dan memunculkan atlet hebat dari kalangan pelajar untuk membela daerah nya,“ katanya.

Koordinator dan Penanggungjawab DBL DI Jogjakarta Berchman Heroe menyambut baik ajakan tersebut. Namun, pihaknya juga mengingatkan bahwa DBL bukan semata mata membentuk atlet basket. Sebab, DBL hanya merangsang lahirnya bintang-bintang basket dari sekolah.

”Sehingga dengan demikian Perbasi dan klub basket lebih mudah mencari atlet sesuai kebutuhan mereka untuk dibina lebih lanjut,“ ujarnya.

Heroe hadir didampingi Tatang Guritno selaku ketua panitia Honda DBL 2018 DI Jogjakarta Series, Haryo dari komisi pertandingan serta Ihsan dan Kevin dari media officer. Heroe juga menegaskan, DBL lebih tepat disebut sebagai pesta pelajar. Karena tidak hanya potensi basket yang dikembangkan, tapi juga berbagai potensi lainnya, seperti dance, fotografi, dan videografi.

“Entitas sekolah berbasis ekstra kurikuler itu yang dikerjakan DBL. Dan sejak 2008 kami sudah menggandeng dinas pendidikan,“ tegas Heroe.

Heroe juga sepakat dengan pesan Djoko Pekik Irianto terkait sinergi antara Perbasi DIJ dan DBL Jogja dalam hal pembinaan atlet, khususnya cabang olahraga bola basket.

“Kami terus bertekad merangsang lahirnya para pebasket tangguh dari sekolah. DBL hadir sebagai tempat untuk menambah pengalaman mereka, yang harapannya nanti akan selalu siap membela daerah, khususnya DIJ di berbagai kompetisi,” tegas Heroe. (ata/din/fn)