MUNGKID – Seminar ilmiah digelar Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Magelang. Mereka memilih tema “Upaya Lintas Sektor dalam Mencegah dan Menanggulangi Stunting dengan Mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Melalui Pendekatan Keluarga”. Kegiatan yang dilaksanakan di Atria Hotel Magelang akhir pekan lalu itu diikuti 200 lebih peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dalam seminar ini, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, saat ini indikator penderita stunting di wilayahnya terus meningkat. Padahal, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya secara maksimal dan saat ini telah menurun angka anak penderita stunting atau gizi buruk hingga 37, 6 persen.

Menurutnya, dibutuhkan komitmen dan kerja sama menyeluruh dan terpadu semua sektor untuk menekan angka stunting di Jawa Tengah. “Stunting menjadi prioritas utama pembangunan di Jawa Tengah. Dibutuhkan kerja sama lintas sektoral untuk menanggulanginya,” katanya.

Sementara itu, Kabid 1 DPD Persagi Jawa Tengah Rina Ningsih mengungkapkan upaya penanganan stunting perlu dimulai dari keluarga. Yakni sejak sebelum kelahiran dan 1.000 hari pertama kehidupan. “Stunting adalah masalah kurangnya gizi kronis pada anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Kegagalan pertumbuhan (growth faltering) terkadang tidak disadari baik itu oleh keluarga maupun masyarakat sebagai sebuah masalah yang harus dicegah dan diselesaikan,” tutur Rina.

Rina mengingatkan, stunting berdampak bagi kelangsungan tumbuh kembang anak di masa depan. “Stunting itu pendek (postur tubuh) tapi panjang proses pemulihannya, maka pencegahan lebih mudah daripada pengobatan,” ujarnya.
Di sesi terakhir, hadir ahli sekaligus narasumber gizi acara kesehatan populer di salah satu stasiun televisi swasta, Rita Ramayulis. Dia memaparkan munculnya stunting dan gizi buruk merupakan dampak dari minimnya pengetahuan orang tua tentang pola makan sehat dan begizi.

“Bukan karena kurang makan, stunting lebih cenderung akibat pola asuh orang tua terhadap anak. Makanan bergizi tidak perlu mahal, seperti sayuran sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak,” jelasnya. (dem/laz/fn)