JOGJA – Personel Polresta Jogjakarta menggelar razia di SMA Bopri 2 Jogja (Boda) kemarin. Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran pelajar antar sekolah dan kenakalan remaja lain.
Kabag Ops Polresta Jogjakarta Kompol Aji Hartanto mengatakan sebanyak 75 personel diterjunkan dalam razia tersebut. Hal yang sama akan dilakukan ke seluruh SMA/SMK di Kota Jogja sebulan ke depan.

Selain surat-surat kendaraan, petugas juga memeriksa barang bawaan pelajar. Sasaran razia yakni senjata tajam (sajam), minuman beralkohol (mihol) dan benda yang bisa dipakai melakukan tindak pidana.

TELITI: Polisi masuk ke dalam kelas dan memeriksa isi tas siswa mengantisipasi barang bawaan yang berbahaya, Rabu (1/8). (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

Razia tersebut dilaksanakan mulai 31 Juli sampai 31 Agustus 2018. Kemarin, petugas tidak menemukan siswa yang membawa benda-benda berbahaya.
Petugas mendapati beberapa siswa tidak melengkapi kendaraan mereka dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Terdapat 39 pelanggaran yang ditangani polisi. Rinciannya, empat kendaraan tidak sesuai spesifikasi, 30 pelanggaran tidak membawa STNK, dan lima pelanggaran yang tidak membawa SIM. Mereka langsung dikenai tilang.
Aji Hartanto mengatakan razia tersebut digelar agar pelajar tertib dalam berkendara maupun dalam pergaulan. ‘’Kami berharap orang tua juga ikut mengawasi anak-anak mereka. Termasuk mengantar dan menjemput sekolah anaknya. Bagi anak yang belum cukup umur jangan diperbolehkan membawa motor,’’ kata Aji. (sky/iwa/mg1)