GUNUNGKIDUL – Proses pergantian antarwaktu (PAW) Ketua DPRD Gunungkidul Suharno masih belum tuntas. Surat pemberhentian yang diajukan sekretariat DPRD Gunungkidul hingga Kamis (2/8) masih belum diteken gubernur DIJ.

”Suratnya sudah dikirimkan bupati ke gubernur pekan lalu. Sekarang tinggal menunggu,” jelas Sekretaris DPRD Gunungkidul Agus Hartadi saat dihubungi.
Seperti diberitakan, permohonan PAW Suharno merujuk dua surat keputusan (SK) DPP PDI Perjuangan. Yakni, SK bernomor 4457/int/DPP/7/2018 perihal pengesahan dan penetapan ketua DPRD, dan SK PAW bernomor 4456/in/DPP/7/3018 perihal persetujuan pengesahan dan penetapan pejabat PAW. Rencananya, posisi Suharno bakal diganti Demas Kursiswanto.

”Sebelum dikirim ke pemprov, surat pengajukan PAW ini diverifikasi bupati,” ucapnya.

Selain Suharno, ada dua anggota DPRD Gunungkidul yang menjalani proses PAW. Yakni, politikus Partai Golkar Tina Chadarsih dan anggota Fraksi PAN Sarmidi. Kendati begitu, Agus tidak mengetahui apakah proses PAW dua wakil rakyat ini bersamaan atau tidak.

Sekadar mengingatkan, Tina Chadarsih di-PAW karena dianggap menyimpang dari partai. Bahkan internal partai berlambang pohon beringin sudah mencoret nama bendahara DPD Partai Golkar Gunungkidul dari daftar bakal calon legislatif (bacaleg) Pemilu 2019.

Persoalan yang dihadapi Sarmidi juga hampir sama. Sarmidi dianggap melanggar ketentuan internal partai. Itu lantaran sebagai calon legislatif petahana, perolehan suara Sarmidi kurang dari 35 persen.

Sementara itu, Suharno ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa dia masih ngantor hingga kemarin. Sembari menunggu SK gubernur turun, Suharno mengaku siap jika diminta memimpin sidang atau rapat DPRD. Namun, jika ada fraksi di DPRD yang menolak dia tak akan keberatan.

”Secepatntya diganti saya senang,” ucapnya enteng. (gun/zam/mg1)