MAGELANG – Tidak mudah merias wajah tanpa bantuan cermin. Karena sulit dan unik ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Magelang merasa perlu menggelar lomba merias wajah tanpa cermin. Ada 40 peserta yang mengikuti lomba untuk mengembangkan bakat dan minat anggota DWP Kota Magelang soal ngadi saliro dan ngadi busono ini.

“Peserta lomba ini berasal dari seluruh unsur DWP se-Kota Magelang. Diharapkan mereka bisa percaya diri dalam setiap penampilan dengan merias diri sendiri, tanpa harus ke salon kecantikan,” kata Ketua Panitia Lomba Jujuk Martono di sela kegiatan di Gedung Wanita, Jumat (3/8).

Lomba termasuk program kerja tahunan bidang pendidikan DWP Kota Magelang. Hadiah yang diberikan berupa uang pembinaan. Agar penilaian lomba berlangsung profesional, panitia juga mengundang tim juri dari sejumlah pihak. Seperti Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi Melati), Wardah, dan perwakilan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga).

“Yang menjadi fokus penilaian lomba kali ini antara lain soal kerapian, keluwesan, penampilan, dan hasil akhir make up peserta. Ada pun tema make up yang diangkat adalah make up pesta dengan baju menyesuaikan,” uturnya.

Diakui Jujuk, para peserta sangat antusias dalam mengikuti lomba ini. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bersemangat untuk berpartisipasi.

“Keinginan mereka untuk belajar merias diri cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Magelang Demetrya Teti Sugiharto mengatakan, lomba ini untuk mengembangkan semangat berkompetisi dalam diri peserta. Penyelenggaraan lomba sekaligus dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-19 DWP serta HUT ke-73 Kemerdekaan Republik. “Kami berharap para peserta bisa mengikuti lomba dengan jujur, sehat, dan sportif,” tegasnya.

Dalam kegiatan itu peserta berada di ruang make up dengan posisi saling berhadapan. Tujuannya, agar para peserta bisa saling tahu proses meriasnya. Tidak ada cermin, membuat para peserta hanya mengandalkan feeling.

Menariknya, meski tanpa cermin, riasan yang dihasilkan nyaris sempurna alias tanpa salah. Padahal mereka juga harus memasang eyeliner segala.

“Kami hanya mengandalkan feeling. Karena menggunakan make up, minimal bedak dan lipstik adalah kegiatan sehari-hari kami kaum perempuan,” ungkap salah seorang peserta sambil tertawa. (dem/laz/mg1)