JOGJA – Tanah air kembali berduka. Gempa 7 SR yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8) membawa duka mendalam bagi warganya yang saat ini tinggal di Asmara Mahasiswa “Bumi Gora” NTB Batikan, Tahunan, Jogja, Senin (6/7).

Salah satu warga Bima NTB yang berada di asrama tersebut kaget saat mendadak mendengar kabar bahwa di kampung halamannya terkena gempa bumi.

“Kami kaget sekali, soalnya saya juga permah merasakan gempa saat di Jogja dulu,” ungkap salah satu warga NTB yang tinggal di asrama tersebut Najidin.

Najidin menjelaskan, bahwa Minggu malam pukul 20.00 WIB mendapat kabar dari keluarga jika warganya telah diungsikan ke tempat aman, khususnya pada masyarakat Mataram dan Lombok Utara untuk menjauh dari lokasi pantai. Sebab, ada kabar gempa tersebut berpotensi tsunami.

“Meskipun gempa hanya tinggal kecil-kecil saja tetap diungsikan karena trauma masih dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kendala transportasi untuk menjenguk keluarga dirasakan oleh sebagian penghuni asrama, karena memang penyeberangan menggunakan kapal tidak dapat digunakan. Sebab, kondisi laut masih tinggi dan apabila menggunakan pesawat tiket masih sulit untuk dicari karena terkendala beberapa faktor.

“Kami hanya bisa memberi doa dan donasi untuk mereka,” tambah Najidin.

Saat ini penggalangan dana dan doa bersama sudah dilakukan oleh warga asrama tersebut khusunya yang berdomisisli NTB. Pada Senin sore (6/7) langsung dilakukan doa bersama di titik perempatan Condong Catur, Sleman untuk mendoakan para korban bencana.
“Kami zikir bersama untuk keluarga yang sedang terkena musibah,” terangnya. (mg4/ila)