BANTUL – Pembalap sepeda dari tim PGN Road Cycling Team Bambang Suryadi mengangkat Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menjuarai lomba nomor men elite kategori umum di ajang The Sultan Criterium 2018 di sirkuit Stadion Sultan Agung, kemarin. Dalam lomba ini, Bambang tampil sebagai juara usai mengemas nilai 18 poin.

Raihan poin Bambang ini jauh meninggalkan pembalap peringkat kedua yang ditempati atlet Mongolia, Tuulkhangai, yang hanya mengemas 12 poin. Sedangkan peringkat ketiga diduduki pembalap asal KFC Cycling Team Abdul Gani dengan torehan 10 poin.

Panitia lomba Pradana Sukarno menerangkan untuk men elite, dilakukan perhitungan juara di mana dari total 18 putaran, setiap tiga putaran ada satu kali intermedate sprint. ”Ada enam kali intermediate sprint,” kata Pradana.
Untuk hasil nomor women elite, gelar juara direbut pembalap asal tim LBB, Riska Agustin dengan catatan waktu terbaik 20 menit, 08 detik untuk melahap 12 putaran. Untuk peringkat kedua ditempati pembalap asal tim RICA-ISSI Kudus, Capurti Arienty dengan catatan waktu 20 menit, 09 detik. Sedangkan untuk medali perunggu direbut Angelia Annakke asal ISSI DIJ dengan catatan waktu 20 menit, 10 detik.

Sementara itu pada pertandingan kejuaraan antardaerah Sabtu (4/7) pembalap sepeda asal Kabupaten Bantul, Fatahulah Abdullah, berhasil menjadi juara nomor bergengsi men elite. Penyumbang medali emas bagi DIJ di ajang PON 2012 dan 2016 itu tampil konsisten dalam balapan yang melahap 18 laps tersebut.

Sedangkan untuk nomor women elite (15 laps), juara diraih pembalap Riska Agustin dari tim LBB dengan catatan waktu 18 menit, 36 detik. Disusul pada peringkat kedua oleh Angellia Annakke Setiawan dengan torehan waktu 19 menit, 17 detik.

Ketum Pengda ISSI DIJ Wawan Harmawan mengatakan, ajang The Sultan Criterium 2018 bertujuan mencari bibit atlet baru. Pada kelas elite, banyak pembalap nasional beradu kekuatan dengan peserta lainnya, termasuk salah satu peserta asal Mongolia.

“Ajang ini bisa untuk mengukur kemampuan. Sedangkan untuk pemula, di mana ada kelas fixed gear, kami coba merangkul anggota komunitas untuk ikut lomba,” terangnya. (bhn/laz/fn)