JOGJA – Idul Adha masih dua pekan lagi. Namun pemesanan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan sudah penuh. Sudah ada 52 ekor sapi yang akan disembelih pada Idul Adha pada Rabu (22/8).
“Sebenarnya jumlah maksimal sapi yang bisa kami tangani hanya sekitar 40 ekor,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto Minggu (5/8).

RPH Giwangan akan mengupayakan penyembelihan hewan kurban bisa diselesaikan sebelum tengah hari. “Biasanya warga meminta penyembelihan sudah bisa diselesaikan sebelum pukul 12.00 karena masih harus dibagi-bagikan,” kata Sugeng.

Dia akan memaksimalkan petugas jagal yang dimiliki. Sudah ditambah 30 petugas yang akan melakukan penyembelihan pada Idul Adha.

Sapi hanya akan dipotong menjadi enam bagian kemudian diserahkan ke takmir masjid. Lalu takmir membaginya ke warga yang berhak. RPH Giwangan memiliki dua jalur penyembelihan sapi.

“Setiap jagal bisa melakukan penyembelihan dalam waktu lima menit. Proses penggiringan sapi dari kandang hingga jalur penyembelihan sekitar 10 menit,” kata Sugeng.

Penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan akan dilayani empat hari, terakhir Hari Tasyrik. Pada hari kedua Idul Adha sudah ada sekitar 30 sapi yang akan disembelih, sedangkan pada hari ketiga dan keempat masih kosong.
Layanan pada hari kedua hingga keempat, sapi bisa dipotong menjadi bagian-bagian lebih kecil. Karena penyembelihan dilakukan sejak pukul 24.00 hingga 12.00.

“Kami juga melayani penyembelihan kambing. Namun tidak masuk dalam penghitungan karena menyembelih kambing bisa dilakukan lebih cepat dan ditangani satu tenaga jagal,” kata Sugeng.

Penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan tidak dipungut biaya. Namun hanya berlaku untuk warga Kota Jogja. “Permintaan pemotongan dari luar Kota Jogja dipungut biaya Rp 30.000 per sapi,” kata Sugeng.

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Rifki Listiyanto meminta Pemkot Jogja memaksimalkan RPH Giwangan untuk pemotongan hewan kurban. Terutama untuk wilayah atau masjid yang tidak memiliki lahan untuk pemotongan hewan kurban.

“Masjid yang tidak punya lokasi yang luas bisa diarahkan melakukan pemotongan hewan kurban di RPH Giwangan,” kata Rifki. (pra/iwa/fn)