JOGJA – Kalangan menengah ke atas menjadi segmen yang dibidik PT Rifan Financindo Berjangka (RFB). khususnya mereka yang sudah melek investasi.

“Untuk golongan kami tak membatasi, bisa mahasiswa, eksekutif muda, pengusaha, dan lain sebagainya. Yang jelas sebelum menjadi nasabah mereka harus paham dulu apa itu investasi. Baik itu produk, keutamaan, dan kelemahan berinvestasi,” jelas Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya.

Teddy menjelaskan, pihaknya kembali memperluas jaringan perusahaannya dengan membuka kantor cabang di kawasan Malioboro City, Senin (6/8). Kantor ke-10 yang ada di Jogjakarta ini diharapkan dapat memeriahkan pasar sekaligus menjaring nasabah baru.

“Nggak muluk- muluk. Untuk satu tahun pertama kami mentargetkan 300 nasabah bergabung bersama kami,” katanya

Teddy memaparkan, Jogjakarta adalah salah satu kota dengan wilayah agraris yang luas serta memiliki pertumbuhan ekonomi pesat. Selain itu Jogja juga memiliki lebih dari 35.900 investor potensial berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia.

“RFB tertarik untuk melakukan ekspansi, karena para pelaku pasar modal adalah salah satu target market dari investasi komoditas berjangka. Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat eksistensi pasar PBK di Indonesia sekaligus memberi kesempatan kepada generasi muda di Jogja untuk menjadi pialang handal dan profesional,” papar Teddy.

Upaya ekspansi pasar RFB lewat kantor cabang terbaru ini juga tidak lepas dari besarnya potensi industri pialang berjangka di tanah air.

Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, industri PBK di Indonesia selama tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan dengan peningkatan volume transaksi sebesar 6,40 persen pada 2016 dan 0,48 persen di tahun 2017. Kemudian pada semester I-2018 tumbuh 30,15 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. (obi/met/ila)