SLEMAN-Kepolisian menganjurkan masyarakat memasang closed circuit television (CCTV) sebagai antisipasi semakin maraknya aksi kriminalitas. Terbukti untuk beberapa kasus telah tertangani hingga tuntas berkat bantuan bukti dari rekaman CCTV.

Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim mengakui jumlah CCTV yang terpasang tergolong minim. Selain itu, kebanyakan yang memasang adalah instansi pemerintah. Dari segi kuantitas belum terlalu memadai, terutama di beberapa wilayah Kabupaten Sleman.

Menurutnya, CCTV tidak hanya berfungsi untuk keamanan rumah tetapi juga lingkungan. Setidaknya mampu merekam pergerakan ruang publik di wilayahnya. “Termasuk aksi kriminalitas hingga kecelakaan lalulintas,” katanya, Sabtu (25/8).

Guna menyiasati kurangnya CCTV, dia meminta warga turut partisipasi. Terutama warga yang rumahnya berdekatan dengan jalan raya. Pemasangan minimal dua unit, untuk mengawasi sisi dalam rumah dan lingkungan sekitarnya.

Perwira dua melati di pundak tersebut mengakui efektivitas CCTV. Beberapa kasus wilayah Polres Sleman terbantu berkat rekaman CCTV. Mulai dari merekam detail kejadian hingga terduga pelaku aksi kejahatan. Minimal ada satu CCTV yang mengawasi jalan. Ada beberapa kasus yang terbantu berkat rekaman CCTV, seperti kasus lempar batu di Godean beberapa waktu lalu. “Padahal tidak ada saksi, tetapi terbongkar berkat CCTV,” jelasnya.

Dia menghimbau setiap jajaran polsek juga melakukan sosialiasi. Pemasangan CCTV ini termasuk juga untuk rumah kos-kosan. Dalam berbagai catatan kepolisian, indekos merupakan salah satu sasaran empuk aksi kriminalitas.
Salah satu aksi kriminalitas yang berhasil terpantau di wilayah Polsek Ngaglik. Ada sebuah kasus pencurian spesialis rumah. Dalam rekaman CCTV, terpantau ada dua tersangka beraksi. Pencurian diawali dengan mencongkel gerbang dan pintu rumah. “Benar ada kasus tersebut, saat ini masih dalam penyidikan. Mencuri sebuah televisi setelah berhasil masuk rumah. Menggunakan mobil dengan pelat luar Jogja,’’ jelas Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi.

Terkait penyidikan, pihak telah mengantongi sejumlah bukti. Termasuk pelat nomor mobil yang digunakan kedua pelaku. Meski begitu dia belum bisa memastikan apakah jaringan tersebut lintas wilayah.

Perwira satu melati tersebut membenarkan efektivitas CCTV. Polisi mengantisipasi melalui gelar rutin patrol. Hanya saja langkah ini lebih efektif dengan adanya peran aktif masyarakat. Selain antisipasi, CCTV juga mampu membongkar sebuah kasus.

“Kalau ada CCTV, bisa jadi pelaku kejahatan mengurungkan niatnya. Atau minimal kalau sudah terjadi bisa dilacak melalui rekaman itu,” katanya. (dwi/din/mg1)