Bisa Cukupi Kebutuhan Lele di Kota Jogja

JOGJA – Lele cendol, begitu masyarakat menyebutnya, kini sedang digandrungi para peternak lele. Itu karena dengan tempat yang minim lele dapat berkembang biak. Bahkan metode itu ramah lingkungan.

“Kami sudah empat kali panen dalam satu tahun, dan hasilnya memuaskan,” tutur Sariman Iman dalam Pelatihan Budidaya Lele Cendol Win-on-go di Tegalrejo, Rabu (29/8). Sariman merupakan salah satu yang sukses membudiyakan lele cendol.

Sariman berpendapat, budidaya lele memiliki potensi besar. Terlebih Kota Jogja masih kekurangan sekitar 40 ton lele. Menurut dia lele cendol merupakan jenis lele yang irit tempat. Karena hanya dengan kolam berdiameter 50 cm bisa menghasilkan 800-1000 ekor.

Sariman menambahkan dengan pekarangan berukuran 3×4 m setidaknya bisadibuat 10 kolam. Jika per kolam diisi 1.000 ekor, dengan tingkat resiko sekitar 10 persen, maka paling tidak 9.000 ekor dapat dipanen. “Kalau sembilan ekor mencapai satu kilogram, tiap panen dapat memperoleh satu ton dengan omset Rp16 juta,” katanya.

Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Kota Jogja Oleg Johanmenambahkan, kebutuhan lele di Jogja masih ditopang dari daerah lain, seperti Magelang dan Purworejo. “Jika kita dapat merebut pangsa pasar ini, tentunya akan menjadi peluang besar meningkatkan perekonomian warga kota Jogja, khususnya di Tegalrejo,” kata Oleg.

Oleg mengatakan program ini merupakan bagian dari program Gandeng Gendong Pemkot Jogja yang diluncurkan April lalu. Program lele cendol di Tegalrejo ini menjadi pilot project untuk nantinya dijalankan di kecamatan lain. “Peternak yang berhasil di Tegalrejo bisa menularkan ilmunya ke daerah lain,” jelasnya. (cr10/pra/mg1)