SLEMAN- Universitas ‘Aisiyah Yogyakarta (Unisa) terus mengembangkan diri. Untuk meningkatkan minat baca dari mahasiswa, kampus yang beralamat di Jalan Ringroad Barat No.63 Nogotirto, Gamping, Sleman ini membuka perpustakaan mini. Perpustakaan mini ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama, Taufiqur Rahman, SIP., MA., Ph.D, Rabu (19/09) lalu.

Kegiatan soft opening Perpustakaan mini ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan masa taaruf (mataf) Unisa 2018. Dalam sambutannya Taufiq menyampaikan pembukaan perpustakaan mini ini bukan hanya formalitas semata. Namun ini merupakan langkah untuk membangkitkan semangat literasi di kalangan mahasiswa.

”Mahasiswa tanpa semangat literasi akan sia-sia, karena dengan semangat literasi generasi muda akan terdorong untuk membaca, menambah wawasan dan membuka cakrawala,” ujarnya.

Untuk menambah semangat pada mahasiswa baru, dalam acara ini juga menghadirkan beberapa pemateri. Salah satu pemateri dalam acara ini adalah Dosen Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, David Effendi.

Di depan mahasiwa, David menyampaikan dalam perhitungan kasar, saat ini di Indonesia 1 buah buku diantri dibaca oleh 15.000 orang. Sehingga dengan adanya perpustakaan mini diharapkan dapat membantu sirkulasi pengetahuan. ”Kalau melihat dari kondisi ini, masih jauh dari cukup,” ujarnya.

Dia juga meminta para mahasiswa untuk selalu membaca dan berkarya. Karena menurutnya, buku dapat mengubah takdir manusia. ”Manusia yang tercerahkan oleh buku dapat mengubah bangsanya. Bangsa yang hebat adalah bangsa dengan literasi yang dahsyat. Semoga perpustakaan mini ini dapat memulai revolusi literasi,” tandasnya. (sce/sam)