SLEMAN – Di tengah menjamurnya co-working space untuk menyasar pasar para pebisnis pemula, Pemerintah Daerah Sleman dan para penggiat industri atau ekonomi kreatif (ekraf) yang tergabung dalam Sleman Creative Community (SCC) membuat terobosan baru.

Mereka menamainya Sleman Creative Space (SCS), sebuah co-working space yang memiliki fasilitas lengkap. Di antaranya komputer dengan spesifikasi tinggi, peralatan videografi, gedung bioskop, dan amphitheater.

Pada umumnya, co-working space menuntut para pelanggannya untuk membayar menu lebih mahal dari harga pasaran karena menawarkan tempat kerja yang nyaman. Namun, Ketua SCC, Susilo Dwi Murwanto menjelaskan, SCS justru tidak menjual makanan. Sebab, letaknya satu kompleks dengan Taman Kuliner Condongcatur.

”Justru kalau bisa keberadaan SCS ini ikut mengangkat taman kuliner,” jelasnya.

Cukup dengan mengisi buku tamu, siapa pun bisa memanfaatkan fasilitas di tempat ini dengan beberapa ketentuan. Untuk proyek komersial, anggota dapat menggunakan peralatan dan fasilitas dengan sistem sewa maupun profit sharing. Sedangkan untuk proyek berdampak sosial bisa menggunakan secara cuma-cuma.

SCC bernaung di bawah Jogja Creative Society (JCS). Ketua JCS Greg Wuryanto menjelaskan, tempat ini dibangun menyusul penobatan Sleman sebagai kabupaten dengan sub-sektor unggulan film oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Setelah itu, ada program dari Bekraf juga berupa bantuan infrastruktur. Karena Pemkab Sleman sanggup menyediakan tempat, yakni di taman kuliner maka pengajuan JCS disetujui dengan nilai sekitar Rp 2,5 M. ”Kami mengalokasikan Rp 1,5 M untuk gedung, sedangkan sisanya untuk peralatan,” jelasnya.

Kini, JCS menyerahkan pengelolaan sepenuhnya ke SCC. ”Pemda Sleman kami akui sangat sigap dalam merespons aspirasi warganya, sehingga dapat terbangun tempat ini. Baru Sleman yang punya creative space, daerah lain belum,” jelas Greg.

Maka tidak heran jika Sleman kini dipercaya untuk menyelenggarakan Indonesian Creative City Festival (ICCF) 15-20 Oktober mendatang. Berbagai tokoh kabarnya akan hadir, termasuk Presiden RI Jokowi, Menkeu Sri Mulyani, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Kini, SCC sedang menyiapkan kelas untuk mengembangkan kapabilitas para penggiat industri kreatif. Sekalipun difokuskan pada sub-sektor film, tempat ini dapat diakses siapa saja yang mengembangkan sub-sektor lain.

Di antaranya kuliner, busana, kriya, televisi dan radio, penerbitan, arsitektur, pengembangan aplikasi dan gim, periklanan, musik, fotografi, seni pertunjukan, desain produk, seni rupa, desain interior, film, dan desain komunikasi visual.

Tidak berhenti sampai di situ, saat ini SCC sedang menyiapkan road map untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Sleman. (cr10/ila)