BANTUL – Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA) Jogjakarta secara resmi didirikan pada 2 Agustus 2001. Sedangkan Program Diploma III (D3) Teknik Aeronautika baru dibuka tiga tahun lalu, tepatnya September 2015. Program D3 ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan pegawai bidang teknik seperti teknisi atau engineer.

Bekerja sama dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, STTA membuka program studi (prodi) itu dalam bidang aeronautic dan basic certificate. Bidang ini dibuka sesuai Peraturan Keselamtan Penerbangan Sipil (Civil Aviation Safety Regulation/CASR 65).

Ketua Program Studi D3 Teknik Aeronautika Muhamad Jalu Purnomo ST, mengatakan, para mahasiswa lulusan Prodi Teknik Aeronautika dikhususkan untuk menjadi mekanik pesawat. Dengan adanya basic certificate sesuai CASR 65, para mahasiswa menjadi lulusan yang andal dalam perawatan pesawat udara.

“Sehingga mereka yang lulus tidak hanya mendapat ijazah D3,” katanya. Basic certificate juga memberi jaminan bahwa para lulusan benar-benar siap bekerja, memiliki kompetensi yang sesuai, dan bersertifikat yang diakui secara internasional.

Sementara untuk penyusunan kurikulum dan silabus mata kuliah, tak lepas dari ketentuan Kemenristekdikti serta adanya pendidikan basic aircraft maintenance. Basic aircfrat maintenance itu merupakan kurikulum dari PT GMF AeroAsia. “Adanya ikatan dinas pun memberikan keuntungan bagi para lulusan, karena mereka bisa langsung bekerja di Garuda,” tutur Jalu.

Dalam setahun, D3 Prodi Aeronautika menerima 24 mahasiswa yang disaring melalui lima tahapan seleksi. Mulai dari akademik, psikologi, hingga kesehatan jasmani. Nantinya para mahasiswa dapat memilih dua konsentrasi yakni perawatan electrical avionic pesawat udara, dan perawatan airframe powerplant pesawat udara.

“Perawatan electrical avionic itu yang bekerja sama langsung dengan Garuda,” kata Jalu. Para mahasiswa pun diberi kesempatan untuk mengikuti magang kerja di instansi milik PT GMF AeroAsia pada semester VI.

Selain meningkatkan kemampuan pada bidang akademik, khususnya pemahaman materi pelajaran, mahasiswa juga dituntut untuk berprestasi di luar akademik. “Banyak mahasiswa yang aktif dalam kegiatan olahraga. Mereka pun bisa meraih prestasi dari bidang itu,” jelasnya.

Ragam keunggulan tersebut menjadi wujud penerapan visi dan misi Prodi Aeronautika. Tak hanya menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, para mahasiswa juga dididik agar memiliki daya saing dan integritas tinggi.

Tak sampai di situ, pada umumnya selain menggandeng PT GMF AeroAsia, STTA juga kerap menjalin kerja sama dengan pihak-pihak asing. Misalnya dengan Vietnam, Thailand, hingga Taiwan. Kerja sama ini terkait peningkatan kualitas dan teknologi di bidang kedirgantaraan. Lebih khusus D3 Prodi Aeronautika berharap mampu meningkatkan peran dan kualitas dosen serta mahasiswa dalam bidang perawatan pesawat. (cr9/laz/er/mg3)