Persaingan dunia kerja yang kian ketat. Ini menuntut generasi muda lebih kreatif. Menyikapi itu Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mengajak para pemuda tampil sebagai wirausaha.

“Kami ingin mengubah mindset (cara berpikir, Red) para pemuda. Dari yang semula mencari kerja, menjadi pemberi kerja,” ujar Kepala BPO Disdikpora DIY Edy Wahyudi di sela pelatihan Socioentrepreneur di Balai Desa Tirtoadi, Mlati, Sleman, Jumat (30/11).

Edy berpandangan, kesuksesan tak hanya dilihat dari kemapanan masyarakat. Namun juga perubahan tatanan pikir yang lebih maju. Karena itu, dia mendorong para pemuda berani mengambil risiko lewat bisnis. “Bisnis itu pun bisa dimulai dari yang kecil. Seperti angkringan,” katanya.

Terlebih ada kemudahan lewat sarana teknologi informasi. Para pemuda bisa memanfaatkan akses Youtube dan media sosial lain ke arah positif. Yakni dengan mengembangkan ide-ide wirausaha.

“Pemuda akan menjadi pemangku estafet kepemimpinan. Sehingga kami berupaya untuk membantu mempersiapkan itu,” tutur Edy. Diakui, kegiatan pelatihan Socioentrepreneur hanya satu dari sekian banyak cara menumbuhkan semangat berwirausaha.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD DIY Komisi D DPRD DIY Koeswanto. Dia berharap para pemuda tak terlalu bergantung menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun bersedia menggali kreativitas dam berani berwirausaha. Jika itu terjadi, Koeswanto yakin pengangguran di DIY bisa berkurang.

“Mari para pemuda mulai menata masa depan dari sekarang. Jangan hanya hura-hura. Ayo gali potensi,” ajak anggota dewan dari daerah pemilihan Sleman Selatan ini.

Tak hanya itu, Koeswanto bertekad senantiasa membantu masyarakat agar bisa berdayaguna. Dia menawarkan kemudahan kepada masyarakat yang berani berwirausaha. “Kami memiliki mitra yang bisa saling bekerja sama,” ungkap dia. Dengan demikian, masyarakat tak perlu khawatir membuka usaha bisnis.

Pelatihan itu juga menghadirkan praktisi bisnis angkringan Muhammad Helmi Rahman. Dia memberi contoh nyata peserta pelatihan. Dengan modal sederhana, usahanya kini memperoleh banyak keuntungan. “Dia (Helmi) bisa ditiru. Jika kita mau mengembangkan ide-ide unik dan punya komitmen,” tandas Edy. (cr9/kus/zl/mg3)