JOGJA – Tim HW UMY mempertahankan gelar juara Liga Askot PSSI Jogja 2018. Di laga final, HW UMY menjungkalkan PS Gama dengan skor tipis 1-0 di Stadion Kridasono, Minggu (9/12).

Kemenangan skuad asuhan Satmoyo, di laga final memang mengejutkan. Sebab, sang lawan PS Gama merupakan pemuncak klasemen Liga 1 Askot Jogja. Sedangkan HW UMY berlaga dengan menyandang status runner up.

Menguasai pertandingan selama 90 menit, PS Gama justru kecolongan melalui gol Rangga Perwiratama di menit ke-87. Memanfaatkan kelengahan kiper Dimas Fani, bola lop Rangga dari sepertiga lapangan gagal di jangkau hingga menggetarkan jala.

Gol semata wayang tersebut, cukup membuat HW UMY berpesta. Gelar juara tahun ini sekaligus mempertahankan gelar yang didapat pada 2016 silam.

Satmoyo mengatakan, kemenangan yang diraih tak lepas dari kerja keras maksimal anak asuhnya. Kehilangan dua pilar utama tidak berpengaruh pada para penggawanya. ”Saya bilang sama mereka jangan bergantung pada pemain tertentu,” tegasnya.

Kemenangan tersebut, juga dipersembahkan bagi anak asuhnya yang tidak bisa berlaga di partai puncak. ”Ada penggawa kami yang sakit, padahal kerap terlibat dari laga pertama. Saya persembahkan untuk dia dan yang tidak bisa main di final,” jelasnya.

Kemenangan atas PS Gama, menurutnya tak lepas dari kesabaran anak asuhnya dalam menerima serangan-serangan yang dilancarkan lawan. Dengan disiplin dan konsentrasi yang tinggi, dapat menetralisir sejumlah peluang yang diciptakan PS Gama.

”Konsentrasi dan disiplin sampai menit akhir hingga kami bisa mencapai target,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer PS Gama Lilik Winarno menyebut laga final berlangsung cukup ketat. Kekalahan yang diterima murni kesalahan dari pemainnya. ”Ini lah sepakbola, kesalahan sedikit bisa mengubah segalanya,” kata Lilik.

Ketua Askot PSSI Jogja M Irham menyampaikan selamat atas raihan gelar yang dicapai HW UMY. Menurutnya, laga final kemarin dimainkan oleh dua tim terbaik liga 1. ”Yang terpenting laga aman sesuai rencana,” jelas Irham. (bhn/ila)