JOGJA – Salah satu solusi kemacetan lalu lintas di Kota Jogja adalah dengan normalisasi simpang. Tapi realisasinya tidak mudah. Karena beberapa simpang masuk dalam lahan pribadi. Pekerjaan harus menunggu pembebasan lahan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akshanti mengaku sudah menerima kajian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja. Total ada 17 simpang yang direkomendasikan untuk dinormaliasai.

Tapi Umi menegaskan belum bisa merealisasikan permintaan Dishub tersebut. Itu dikarenakan, hampir beberapa simpang di Kota Jogja merupakan persil lahan milik pribadi masyarkat. “Harus dibebaskan dulu lahannya,” ujar Umi Minggu (9/12).

Untuk urusan pembebasan lahan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogja. Dan dipastikan hingga akhir 2018 belum ada realisasi terkait normalisasi simpang. “Hingga akhir tahun ini belum ada yang simpang yang diprioritaskan untuk dibangun,” paparmya.

Terpisah Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Jogja Made Golkari Yulianto mengatakan pada 2018 ini sudah mengajukan kajian normalisasi simpang yang ada di Kota Jogja. Setidaknya ada 17 simpang yang sudah diajukan kepada DPUPKP Kota Jogja.

“Normalisasi adalah metode untuk mengurangi antrean kendaraan yang biasa terjadi di beberapa simpang,” katanya.

Golkari menjelaskan normalisasi ini dibutuhkan, karena simpang di Kota Jogja dinilai terlalu siku. Itu menyulitkan kendaraan ketika berbelok. Sehingga cukup menyebabkan antrian kendaraan.

Bentuk normalisasi sendiri, lanjut Golkari adalah mengepras sebagian struktur simpang untuk melebarkan ruang. Itu untuk memudahkan kendaraan untuk berbelok. “Pelebaran simpang ini dilakukan karena untuk jalanan Kota sendiri tidak mungkin dilakukan pelebaran,” ujarnya.

Sedangkan untuk simpang selama ini menjadi prioritas Dishub Kota Jogja, diungkapkan Golkari ada dua simpang yaitu persimpangan di Jalan Gondomanan dan Brigjen Katamso. “Itu yang membuat kedua daerah tersebut jadi terlihat sangat padat,” ujarnya. (cr5/fn)