SLEMAN – Beberapa oknum juru parkir (jukir) di Sleman mengutip tarif parkir tidak sesuai ketentuan. Tarif ilegal tersebut dua kali lipat di atas tarif parkir resmi.

Retribusi parkir di Sleman diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) 1/2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Ada juga Perbup 15/2013 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Gandung Suwarto menjelaskan tarif parkir di Sleman untuk roda dua Rp 1.000 dan roda empat 2.000. “Ketika ada event khusus atau wisata parkir, parkir roda dua Rp 2.000, roda empat Rp 5.000 dan bus Rp 10.000,” jelas Gandung kemarin (11/12).

Parkir yang diakomodasi Pemkab Sleman adalah yang berada di jalan kabupaten dan jalan desa. Totalnya sekitar 600 titik parkir di tepi jalan umum dan 250 parkir tempat khusus.

Tempat khusus ini meliputi parkir di kawasan pemerintahan, rumah sakit, dan wisata. “Semua itu harus dilengkapi dengan karcis. Dan harus minta izin ke kami,” kata Gandung.

Banyaknya titik parkir membuat pengawasan jukir nakal sulit. Sebab personel UPT sedikit. “Selama ini, untuk jukir nakal belum kami tindak. Penindakan ada di tangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” katanya.

Parkir menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Target 2018 sebesar Rp 2,15 miliar. Hingga November 2018 telah melampaui target.

“Target retribusi tempat khusus, targetnya Rp 600 juta. Realisasinya Rp 629 juta. Sedangkan tepi jalan, target kami Rp 1,53 miliar telah terealisasi Rp 1,786 miliar,” katanya.

Pantauan di lapangan, tarif parkir untuk roda dua Rp 2.000 di Taman Denggung. “Kalau di sini mobil Rp 3.000. Kalau ada event harganya berubah, itu (tarif parkir) resmi dari Dishub” ujar jukir Denggung, Fajar Nugroho.

Fajar dalam sehari bias mengantongi Rp 40 ribu higga Rp 70 ribu dari tarif parkir. “Lahan ini dikelola paguyuban, jadi harus dibagi lagi. Kalau untuk setor ke Dishub berapa, saya kurang paham,” kata pria asal Dusun Jaban.

Salah seorang warga Sleman, Permadi Suntama tidak keberatan dengan parkir motor Rp 2.000. Baginya masih wajar. Namun dia meminta jukir fair.

Selain menjaga barang di kendaraan juga membantu menggeser kendaraan ketika akan keluar. “Jadi bukan malah kami yang mengeluarkan motor,” kata mahasiswa asal Bangka. (har/iwa/by)