SLEMAN – Untuk mengedukasi dan mengenalkan kepada pengunjung mengenai dunia satwa dan tumbuhan, digelar Kampung Satwa Festival 2018. Selama dua hari dengan melibatkan 25 komunitas pecinta satwa dan tumbuhan dari Jogja, Magelang dan Semarang (8-9/12). Kegitan dilaksanakan di kampung satwa Kedung Banteng Sumberagung, Moyudan.

Acara atas inisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kampung wisata bekerjasama dengan forum edukasi satwa dan tumbuhan (Forest), Teater Pelopor Yogyakarta serta Dinas Pariwisata DIY. Acara dibuka secara resmi oleh GBPH Prabukusumo yang secara simbolis menerbangkan burung.

Dalam kesempatan tersebut, Gusti Prabu memberikan motivasi kepada komunitas Pecinta Satwa dan Tumbuhan untuk dapat memberikan pelayanan edukasi yang maksimal kepada masyarakat di semua kalangan.

“Diselenggarakannya Kampung Satwa Festival ini para penghobi binatang dapat mengembangbiakkan binatang untuk keberlangsungan makhluk hidup bukan hanya sebagai ajang tontonan semata,” jelasnya.

Dalam acara ini pengunjung dapat melihat berbagai macam binatang seperti kucing, ular, burung, kelinci, musang, serta aneka jenis ikan lainnya. Seni Teater Pelopor dan Kelompok kesenian tari dan sendratari ikut memeriahkan kegitan tersebut.

Salah satu panitia kegiatan, Hank menjelaskan festival bertajuk Sambut Hari HAM, Moyudan Bersatwa ‘Cintai Satwa Tumbuhan dan Lingkungan sebagai Wujud Cintamu pada Sang Pencipta’ itu, dilaksanakan selama dua hari sebagai ajang edukasi dan berkumpulnya para pecinta satwa dan tanaman dari berbagai kota untuk berbagi ilmu dengan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Ir.Aris Ariyanta M.Si, menuturkan, dengan Kampung Satwa Festival bisa menjadi daya tarik, karena memiliki keunikan tersendiri, serta diharapkan akan semakin menambah ragamnya destinasi wisata di Yogyakarta. (*/a1/pra/fn)