BANTUL – Panggung Seribu Batu Songgo Langit, Mangunan menghadirkan pementasan pagelaran Sendratari Nitik Siti Wangi Sultan Agung Sabtu malam (8/12). Pagelaran sendratari menggandeng Dinas Pariwisata DIY dan pemerintah daerah Kabupaten Bantul.

Pagelaran dihadiri oleh Asisten Keistimewaan Sekda DIY, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Forkompinda, Kepala Desa Mangunan, Danrem dan instansi lainnya.

Sendratari menceritakan mengenai idealisme Sultan Agung yang harus berbenturan dengan intrik para punggawa dan VOC. Melalui kepemimpinan Sultan Agung untuk menyatukan Nusantara, perjuangan dan pengorbanan terus dilakukan untuk mengharumkan tanah air yang menjadi harga diri sekaligus tempat pemberhentian akhir manusia. Adegan terakhir, Sultan Agung dimakamkan di Imogiri Bantul yang sebelumnya sudah diberi petunjuk oleh Sunan Kalijaga dengan mencari tanah yang berbau wangi.

Asisten Keistimewaan Sekda DIY Didik Purwadi mengatakan, pertunjukan kesenian yang dibuat oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat dan industri pariwisata DIY tidak lepas dari peran masyarakat untuk mewujudkan pariwisata yang handal dan terkemuka yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakatnya.

Sedang Agoes Kencrot selaku sutradara menjelaskan sendratari kali ini ditampilkan di alam terbuka kawasan Seribu Batu Mangunan. Menurut dia pertunjukan sendratari Nitik Siti Wangi Sultan Agung merupakan bentuk respon terhadap lingkungan sekitar.

Diharapkan, potensi alam yang ada perlu direspon sebagai obyek untuk menambah nilai estetik dan menambah alami dari sebuah pertunjukan, dan pertunjukkan kali ini melibatkan 120 pelaku seni meliputi penari, pengrawit, sinden, serta pemain teater.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY Ir. Aris Riyanta M.Si kegiatan ini menggambarkan perjuangan heroik Sultan Agung dalam mempertahankan wilayahnya dan bersama-sama terus berjuang agar dapat mencapai cita-cita sesuai zamannya.

“Sultan Agung adalah raja yang kuat dan cerdas yang berani menentang penjajah dan Nilai-nilai inilah yang dapat ditanamkan kepada masyarakat agar mempunyai jiwa kstaria untuk mencapai harkat martabat yang baik,” ujarnya. (*/a1/pra/fn)