Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto berharap para pemuda tak terlalu bergantung menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun bersedia menggali kreativitas dan berani berwirausaha. Bila itu dilakukan, Koeswanto yakin pengangguran di DIY bisa berkurang. “Mari para pemuda mulai menata masa depan dari sekarang. Jangan hanya hura-hura. Ayo gali potensi diri,” ajak Koeswanto.

Permintaan itu disampaikan Koeswanto dalam kegiatan pelatihan Socioentrepreneur yang diadakan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

Dia menyampaikan materi itu dalam dua kali kegiatan. Sesuai jadwal kegiatan pertama di Balai Desa Tirtoadi, Mlati, Sleman dan kedua di Ndalem PWS Kunden, Sidoluhur, Godean, Sleman.

Koeswanto bertekad senantiasa membantu masyarakat agar bisa berdayaguna. Dia menawarkan kemudahan kepada masyarakat yang berani berwirausaha. “Kami memiliki mitra yang bisa saling bekerja sama,” ungkap dia. Dengan demikian, masyarakat tak perlu khawatir membuka usaha bisnis.

Pelatihan Socioentrepreneur itu juga menghadirkan praktisi bisnis angkringan Muhammad Helmi Rahman. Dia memberi contoh nyata peserta pelatihan. Dengan modal sederhana, usahanya kini memperoleh banyak keuntungan.
Sedangkan Kepala BPO Disdikpora DIY Edy Wahyudi mengingatkan, persaingan dunia kerja yang kian ketat. Ini menuntut generasi muda lebih kreatif. Menyikapi itu Edy mengajak para pemuda tampil sebagai wirausaha.

“Kami ingin mengubah mindset (cara berpikir, Red) para pemuda. Dari yang semula mencari kerja, menjadi pemberi kerja,” ujarnya.

Edy berpandangan, kesuksesan tak hanya dilihat dari kemapanan masyarakat. Namun juga perubahan tatanan pikir yang lebih maju. Karena itu, dia mendorong para pemuda berani mengambil risiko lewat bisnis. “Bisnis itu pun bisa dimulai dari yang kecil. Seperti angkringan,” katanya.

Terlebih ada kemudahan lewat sarana teknologi informasi. Para pemuda bisa memanfaatkan akses Youtube dan media sosial lain ke arah positif. Yakni dengan mengembangkan ide-ide wirausaha.

“Pemuda akan menjadi pemangku estafet kepemimpinan. Sehingga kami berupaya untuk membantu mempersiapkan itu,” tutur Edy. Diakui, kegiatan pelatihan Socioentrepreneur hanya satu dari sekian banyak cara menumbuhkan semangat berwirausaha. (cr9/kus/fn)