Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY terus menggelar Pembinaan Kepribadian Generasi Muda Pelatihan Socioentrepreneur.

Anggota Komisi D DPRD DIY Tustiyani menilai pelatihan Socioentrepreneur memberikan banyak manfaat bagi generasi muda. Lewat kegiatan itu peserta dapat memanfaatkan berdiskusi dengan para praktisi bisnis. Sebab, narasumber yang dihadirkan rata-rata adalah pengusaha yang berhasil di bidangnya.

“Pengalaman mereka ditiru. Mulai sekarang anak muda harus berpikir dan berjiwa menjadi entrepreneur,” ujar Tustiyani. Dalam pelatihan Socioentrepreneur itu, Tustiyani tampil sebagai narasumber di Ombah Saben Sitimulyo, Piyungan, Bantul dan Balai Dusun Nglengis, Piyungan, Bantul.

Anggota dewan yang tinggal di Parangtritis, Kretek, Bantul ini juga terlahir dari lingkungan pengusaha. Keluarganya punya beberapa usaha hotel di kawasan Pantai Parangtritis dan Parangkusumo, Bantul.

Dunia usaha bukan hal baru bagi perempuan pertama yang menjadi ketua DPRD Bantul ini. Tusti, sapaan akrabnya, memimpin DPRD Bantul periode 2009-2014. Kini dia menjadi wakil rakyat mewakili daerah pemilihan Bantul Timur.

Suyamto dari BPO Disdikpora DIY menjelaskan tujuan pelatihan Socioentrepreneur dalam rangka membangun semangat wirausaha di kalangan pemuda. “Anak muda sudah saatnya berpikir menciptakan peluang kerja bukan mencari kerja. Jadi pengusaha bukan pekerja,” ujar menyemangati peserta.
Sedangkan pelaku bisnis Yuswo Hadianto mengatakan, menjadi pengusaha bukan dimulai dari modalnya berapa. Tapi yang pertama dan utama berawal dari niat dan ilmu.

Yuswo merupakan pengusaha muda. Selama beberapa tahun terjun di dunia properti. Kini dia membuka usaha Rumah Harmoni yang berpusat di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. “Saya membuka usaha secara mandiri sejak 2016. Sebelumnya beberapa tahun ikut orang menjadi karyawan,” tutur pria yang tinggal di Desa Jambidan, Banguntapan, Bantul ini.

Yuswo mengatakan, dengan niat dan ilmu maka orang akan berani melangkah. Langkah yang diambil menjadi terukur dan terarah. “Begitu ada kesempatan, langsung ambil saja. Jangan menyia-nyiakan peluang,” katanya memotivasi.
Dorongan senada disampaikan Sumarsih pemilik Pojok Desa Resto. Pemilik usaha kuliner di Plered, Bantul ini memulai usaha dengan modal berani. “Berani maju dan berani melangkah ke depan. Jangan pernah ragu,” ungkapnya. (kus/fn)