JOGJA – Reuni perak Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) angkatan 1993 menargetkan bisa memecahkan rekor museum rekor dunia Indonesia (MURI). Untuk jumlah penari dalam Jogja Menari 23 Desember nanti. Ditargetkan ada sekitar 3.500 penari yang akan ikut. Mengajari jumlah sebanyak itu, para penari diminta mempelajari dari video yang diunggah ke Youtube.

“Kami sudah unggah gerakan tari di Youtube. Nah, dari situ para peserta bisa belajar dulu,” kata Koordinator Jogja Menari Renny Kusumo Wardhani saat ditemui di Ndalem Suryowijayan Kamis sore (13/12).

Renny menambahkan, KATY menargetkan 3.500 peserta yang ikut Jogja Menari. Membuka peluang peserta bagi siapa pun tanpa batasan usia, KATY ingin masyarakat kian peduli dengan pelestarian budaya. “Sampai saat ini sudah ada 2000 peserta yang mendaftar. Baik dari sekolah ataupun sanggar tari,” tuturnya.

Menjelang acara puncak tersebut, KATY pun menggelar pelatihan kepada puluhan peserta yang telah mendaftar. Patihan tersebut bertujuan untuk memantapkan gerakan para peserta. Acara yang diselenggarakan untuk kali pertama tersebut akan membawakan Tari Jaranan. Tarian tersebut pun merupakan kreasi baru yang diadaptasi dari Tari Angguk.

Pemilihan tari tersebut bukan tanpa alasan. Melainkan ada makna filosofis di baliknya. Yakni tentang kerja sama, perjuangan, dan kerja keras. Melalui gerakan yang mudah, Renny berharap banyak generasi muda yang tertarik mengikuti kegiatan itu. “Daripada mereka lebih tahu tentang KPop, kenapa tidak kita mulai memperkenalkan budaya asli,” ucap Renny.

Meski memiliki konsep kompetisi namun KATY juga menekankan pada aspek kegembiraan. Presiden RI Joko Widodo, yang dijadwalkan hadir, diharapkan bisa menjadi sebagai juri kehormatan.

Salah seorang peserta Jogja Menari Dini Sukma Apriliani, 22, mengaku tak sabar menunggu hari H. Baginya acara tersebut menjadi wadah menyalurkan hobinya dalam menari. “Sebagai orang Jogja asli acara ini bagus untuk melestarikan budaya ” ujarnya. (cr9/pra/fn)