Kabupaten Sleman menjadi satu-satunya daerah di DIJ yang memiliki taman pemakaman umum (TPU), yang dikelola pemerintah. TPU Sleman berlokasi di Desa Madurejo, Prambanan. Luasnya 7 hektare. Kini TPU Sleman telah dilengkapi sarana krematorium.

PEMERINTAH Kabupaten Sleman menyediakan fasilitas layanan pemakaman umum di TPU yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Hal ini diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 3 Tahun 2008 tentang Taman Pemakaman Umum Pemerintah Kabupaten Sleman.

Selain tempat pemakaman, kebutuhan masyarakat akan sarana krematorium kian masif. Berawal adanya permohonan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia kepada Kementerian Agama. Ihwal pentingnya fasilitas krematorium. Mengingat sarana pengabuan di wilayah DIJ masih sangat terbatas dan berbiaya mahal.

DPRD Sleman menangkap pesan tersebut dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Taman Pemakaman Umum dan Pengabuan Mayat. Raperda ini nantinya sebagai pengganti Perda Nomor 3 Tahun 2008. Sebab, regulasi tersebut belum mengatur tentang krematorium. “Pengabuan mayat adalah jasa layanan pembakaran atau pengabuan mayat,” jelas Ketua Pansus Raperda Taman Pemakaman Umum dan Pengabuan Mayat DPRD Sleman Prasetyo Budi Utomo SSos Kamis (13/12).

Dikatakan, fasilitas krematorium berada di kompleks TPU Sleman di Desa Madurejo, Prambanan. Sarana krematorium dibangun satu area dengan kantor TPU Sleman. Di atas lahan seluas 1 hektare. Sisanya, 6 hektare untuk area makam.

(GRAFIS: ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA)

Menurut Prasetyo, sarana krematorium dibangun menggunakan dana hibah dari Kementerian Agama. Selama ini pengelolaannya masih dipegang Parisada Hindu Dharma Indonesia. Selanjutnya akan diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis UPT Taman Pemakaman Umum Sleman. “Saat ini UPT masih menunggu serah terima krematorium dari Parisada Hindu Dharma Indonesia,” ungkapnya.
Merujuk pada raperda, ketentuan pembakaran atau pengabuan mayat harus menggunakan peti yang seluruhnya terbuat dari kayu. Ketebalan kayu paling tinggi 2 cm. Sedangkan ukuran tungku krematorium terdiri atas dua jenis. Tungku berbahan solar seluas 210 x 108 cm persegi dengan tinggi 122 cm. Sementara tungku berbahan bakar gas seluas 210 x 90 cm persegi setinggi 125 cm.

Prasetyo optimistis Raperda Taman Pemakaman Umum dan Pengabuan Mayat bisa ditetapkan paling lambat akhir Desember tahun ini. “Ini harus disegerakan pengesahannya. Sebagai pegangan bagi pemerintah maupun masyarakat yang akan memanfaatkan layanan TPU Sleman,” tuturnya.

Kepala UPT Taman Pemakaman Umum Sleman Suhardono menambahkan, sarana krematorium dibangun pada 2017 lalu. Pemanfaatan pelayanan pengabuan mayat dipungut retribusi Rp 3 juta per sekali kremasi. “Biaya kremasi di sarana krematorium yang dikelola swasta mungkin bisa belasan sampai puluhan juta,” tuturnya. Suhardono berharap pengelolaan fasilitas krematorium segera dilimpahkan ke UPT Taman Pemakaman Umum Sleman oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia. Itu demi lebih memudahkan masyarakat yang akan memanfaatkan sarana pengabuan jenazah. (*/yog/fn)