SLEMAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Ignasius Jonan memastikan Jogjakarta khususnya Sleman aman sebagai lokasi wisata. Hal ini merujuk pada kondisi terkini Gunung Merapi. Seperti diketahui status Gunung Merapi masih dalam level II atau Waspada.

Pertimbangan aman berdasarkan kajian  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Disebutkan, Gunung Merapi menjadi salah satu acuan selain gunung vulkanis lainnya. Terlebih kawasan lereng Gunung Merapi khususnya Kabupaten Sleman menjadi rujukan wisatawan dari berbagai daerah.
Terkait Merapi, berdasarkan data setidaknya potensi guguran lava atau erupsi belum terdeteksi hingga Januari tahun depan. “Kalaupun ada, levelnya tidak besar,” jelasnya saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang, Rabu malam (12/12).

Secara rutin Jonan menerima laporan aktivitas Gunung Merapi. Ini untuk memastikan status dan keamanan warga sekitarnya. Setidaknya memudahkan dalam menjalankan mitigasi bencana jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

Data memang menyebutkan ada sudetan, tepatnya mengarah Kali Gendol. Kondisi puncak tergolong stabil karena volume kubah lava belum penuh. Dia juga memastikan erupsi kali ini berbeda dengan erupsi Merapi 2010.

Menurutnya, wisatawan tidak perlu khawatir berkunjung ke Jogjakarta untuk merayakan libur Natal dan tahun baru. “Kami amati tidak akan ada erupsi besar. Mungkin ada guguran lava tapi levelnya biasa,” katanya.

Kepala PVMBG Kasbani mengungkapkan saat ini volume kubah laba mencapai 357 ribu meter kubik. Angka ini diakui olehnya masih jauh dari tampungan total kubah Gunung Merapi. Sementara untuk pertumbuhan harian mencapai 3. 400 meter kubik per hari.


Jika dibandingkan dengan erupsi 2010, laju pertumbuhan tergolong lambat. Kubah lava 2018 belum mengisi seluruh cakupan kubah Gunung Merapi. Artinya kemungkinan guguran atau erupsi dalam waktu dekat memiliki presentase kecil.

Hanya saja dia mengingatkan akan potensi lahar hujan. Fenomena alam ini bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Terlebih jika intensitas hujan di kawasan puncak tergolong tinggi. Hanya saja hingga saat ini intensitas hujan masih tergolong normal. “Potensi lahar hujan memang ada tapi sangat kecil. Apalagi melihat volume kubah saat ini,” ujarnya.

Saat ini PVMBG tetap menetapkan radius terlarang tiga kilometer. Warga maupun pendaki tidak diizinkan mendekati kawasan puncak Merapi dalam radius tersebut. Pertimbangannya adalah jarak aman erupsi maupun lontaran material Gunung Merapi.

“Saat ini sudah masuk fase erupsi magmatif dengan tipe efutif. Kami bekerjasama dengan instansi terkait untuk pengawasan khususnya jalur pendakian ke puncak,” katanya. (dwi/din/fn)