JOGJA – Berada tepat di perbatasan Kota Jogja dan Kabupaten Bantul, Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) dituntut bisa menghidupkan perekonomian di Jogja kawasan selatan. Tantangan tersebut dijawab dengan menambah beragam fasilitas. Termasuk buka hingga malam hari mulai tahun depan.

Kepala UPT Pasty Bakoh Tupon Langkir Hadi mengaku sejak 2018 ini sudah menyiapkan sarana dan prasarana. Pada pertengahan 2019 nanti, Pasty sisi sisi barat atau di zona tanaman hias, yang disiapkan untuk buka hingga malam hari. Untuk itu sebanyak 25 bekas kios tanaman hias yang mangkrak sudah dilakukan perbaikan. “Nanti akan disiapkan gazebo, meja dan kursi taman hingga sound system,” jelasnya Kamis (13/12).

Perpanjangan waktu buka Pasty itu juga untuk turut menghidupkan kawasan Jogja selatan. Menurut dia, saat ini, terutama di saat hari libur Pasty sudah dipadati pengunjung. Terbukti dengan tempat parkir yang selalu meluber.
Bakoh mengatakan yang datang ke Pasty merupakan keluarga. Mereka menjadikan pasar yang berada di Jalan Bantul Gedongkiwo Mantrijerin itu sebagai salah satu tempat tujuan wisata keluarga. Itu karena semua keluarga bisa menikmati fasilitas di sana. Tata letak pasar juga sudah dikonsep bukan seperti pasar hewan.

Saat para bapak asyik dengan hobi burungnya, anggota keluarga lain tetap bisa menikmati pasar dengan total seluas 30 meter persegi. Selain dengan berkeliling zona satwa, juga bisa merasakan mini hutan kota di zona tanaman hias di sisi barat jalan. Di sana tersedia beragam tanaman buah, bunga, hingga rerumputan. Termasuk juga kaktus. Di zona tersebut juga terdapat playground untuk anak-anak. “Ada juga tempat penangkaran burung dan ikan hias, termasuk arwana,” tuturnya.

Selain itu para pedagang di Pasty juga sudah disiapkan go digital. Yaitu untuk penarikan penarikan retribusi melalui quick response code (QR Code). Total sekitar 408 pedagang di Pasty tinggal menunjukan QR code yang ditempelkan di Buku Ketetapan Pembayaran Retribusi untuk dipindai melalui smartphone petugas.

Bakoh menambahkan bekerjasama dengan instansi terkait, secara rutin juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terutama untuk satwa yang diperjual belikan. Termasuk juga melakukan pengecekan jenis hewan yang boleh diperjualbelikan. “Kami pastikan yang ada di Pasty itu legal dan sehat, jadi nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” katanya. (*/pra/fn)