GUNUNGKIDUL – Petualangan kawanan pencuri spesialis spare part alat berat berakhir. Polisi berhasil membekuk tiga dari empat kawanan pelaku. Satu di antaranya pernah melakukan penjarahan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sesaat setelah bencana gempa bumi.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan, pengungkapan kasus pencurian alat berat menindaklanjuti laporan pada akhir bulan lalu. Di Desa Gading, Kecamatan Playen spare part alat berat di-pretheli.

”Akibat pencurian itu, pembangunan jalan di Gading, Playen (jalan alternatif Gedangsari-Gading, Red) sempat tersendat,” kata Ahmad Fuady dalam keterangan pers di halaman Mapolres Gunungkidul Kamis (13/12).

Polres Gunungkidul menggandeng Polda Jawa Tengah untuk menelusuri keberadaan para pelaku. Lantaran mereka diduga kabur ke Jawa Tengah usai menjalankan aksi.

Menurutnya, ketiga pelaku dibekuk di wilayah Pemalang, Jawa Tengah. Mereka adalah Sh, 39, warga Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat; Iks, 34, warga Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur; dan Ht, 31, warga Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

”Kami memburu empat orang, tapi satu orang berhasil melarikan diri, sehingga masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya menambahkan, ada sejumlah barang bukti yang diamankan. Di antaranya, panel monitor. Di pasar gelap, spare part ini dijual pelaku seharga Rp 37 juta. Padahal, harga barunya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Dari pemeriksaan diketahui, mereka menjual barang hasil curian di Jawa Timur dan Jakarta.

”Hasil penjualan digunakan untuk berfoya-foya,” katanya.

Menurutnya, satu di antara pelaku merupakan residivis. Lainnya pernah melakukan penjarahan di Lombok. (gun/zam/fn)