JOGJA – Libur Natal dan akhir tahun kali ini berbarengan dengan libur sekolah. Karena itu, jumlah wisatawan ke Jogja dipastikan akan meningkat tajam. Hal ini dipastikan akan dibarengi dengan lonjakan jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Jogja.

Tahun lalau, empat juta kendaraan yang wisatawan masuk. Dengan banyaknya jumlah kendaraan yang masuk, akan berdampak pada kemacetan dan penuhnya lahan parkir yang tersedia. Nah, menghadapi itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja telah berupaya menyiapkan lahan parkir alternatif. Itu juga termasuk menggandeng pihak swasta.

Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Jogja Imanuddin Aziz mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa tempat untuk parkir. Hal ini sebagai solusi jika lahan milik pemerintah yang berada di Ngabean dan Abu Bakar Ali sudah tidak dapat menampung lagi kendaraan. “Selain itu ada lahan parkir milik pemerintah ada di Jalan Sriwedani dan selatan Pasar Beringharjo,” tambahnya.

Aziz menuturkan beberapa tempat yang sudah disiapkan sebagai pendukung. Di antaranya di Ketandan serta lahan di sebelah barat gedung Radio Arma Sebelas. “Di daerah Jalan Ahmad Jazuli juga memungkinkan untuk parkir,” ujarnya.
Sedangkan untuk kendaraan berukuran besar, diimbau untuk menggunakan lahan parkir di Purawisata dan di Pathuk. “Kedua tempat itu juga mampu menampung bus-bus besar,” katanya.

Guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pagar pembatas sudah mulai dipasang di beberapa ruas jalan. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kota Jogja Made Golkari Yulianto mengungkapkan pemasangan pagar jingga dilakukan di Jalan Senopati, Jalan Mataram, Jalan Kusumanegara tepatnya di pertigaan Kebun Binatang Gembiraloka.”Ini untuk mengantisipasi potensi kendaraan yang berbelok atau berbalik arah sembarangan. Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan karena menunggu kendaraan berbelok,’’ jelasnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan tersebut dimulai kemarin dan puncak kepadatannya akan terjadi 25 Desember hingga awal Januari 2019. Golkari juga menghimbau kepada wisatawan agar dapat memanfaatkan kendaraan umum. Sehingga penggunaan kendaraan pribadi bisa diminimalisasi. “Ada Trans Jogja yang sekarang jalurnya sudah banyak yang menuju ke tempat wisata,” katanya.

Menyambut Tahun Baru 2019 mendatang. Dinas Pariwisata Kota Jogja akan menyuguhkan konser musik dengan mengundang musisi lokal. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Atraksi Dinas Pariwisata Kota Jogja Edi Sugiharto menjelaskan perayaan kontes musik ini untuk menyambut wisatawan yang datang ke Jogja. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan malam tahun baru akan digelar di dua tempat, yakni di Malioboro dan XT Square. “Untuk Malioboro akan dipentaskan seni gamelan. Dan XT Square akan dikemas dengan konser musik modern,” jelasnya.

Edi menjelaskan pentas musik di XT Square ini bertujuan untuk memecah kerumunan massa. Mengingat ketika perayaaan tahun baru, massa selalu memadati daerah sekitar Nol Kilometer hingga Malioboro.”Pentas musik ini juga digelar untuk menghidupkan potensi wisata dan ekonomi di wilayah Jogja Selatan,” tuturnya. (cr5/din/fn)