SLEMAN – Gunung Merapi kembali mengalami guguran lava Minggu petang (16/12). Sekitar pukul 18.55 WIB. Namun tidak ada suara gemuruh menyertai guguran kubah lava Merapi.

Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto menyebut fenomena itu hal yang wajar. “Wajar kalau ada guguran lava pijar, kan Merapi sedang ada gawe,” ujar Heri ketika dihubungi Minggu (16/12).

Kendati demikian aktivitas warga masih berjalan normal. Sebab, dengan status Merapi yang masih ada di Level 2 (Waspada) rekomendasi BPPTKG terkait jarak aman masih radius 3 kilometer dari puncak. “Ya masih aman, ini tadi (guguran lava) bahkan tidak terpantau,” bebernya.

Heri menjelaskan, selama pihaknya mengikuti arahan BPPTKG tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “Selama masih level 2 masih aman, kalau sudah level 3 baru kami siap-siap sembari menunggu instruksi BPPTKG,” jelasnya.

Sementara itu, Totok Hartanto, warga Desa Wukirsari Cangkringan menjelaskan tidak ada tanda-tanda bahkan suara gemuruh saat guguran lava terjadi. “Ini tadi tidak terpantau,” ujarnya.

Dia pun menyatakan telah siap apabila keadaan mulai memburuk. “Ya kalau sudah level 3 kami juga harus bersiap kendati jaraknya lumayan jauh,” katanya.

Serupa dengan Totok, Suminten warga Glagaharjo juga tidak menyadari jika terjadi guguran lava pijar. “Tidak tahu kalau ada guguran lava, di sini masih aman-aman saja,” ujarnya.

Dari informasi BPPTKG volume kubah lava Merapi per tanggal 13 Desember 2018 adalah sebesar 359.000 meter kubik. Dengan laju pertumbuhan 2.200 meter kubik per hari. Laju pertumbuhan itu masih tergolong rendah. (har/ila)