JOGJA – Tahapan Pemilu 2019, tidak hanya dilakukan peserta Pemilu yang sudah mulai berkampanye sejak September lalu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja juga sudah mulai bersiap. Dengan melakukan packing bilik dan sampul.

“Kami packing logistik, juga untuk mengecek dan memastikan jumlah kebutuhan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ujar Ketua KPU Kota Jogja Hidayat Widodo di sela kegiatan di gudang KPU Kota Jogja Jumat (15/12).

Untuk kegiatan tersebut ada 10 orang yang terlibat dalam kegiatan ini. tiap logistik sudah dikemas sesuai kebutuhan setiap TPS, yaitu dengan jumlah empat sampul dan bilik per ikatnya.

“Kami packing empat-empat, sehingga besok siap dirakit. Jumlahnya ada 45 buah lembar sampul,” katanya.

Dayat menuturkan, kegiatan tersebut mencicil dan mengantisipasi tumpukan pekerjaan pada 2019 mendatang. Pengecekan ini juga untuk memastikan apakah ada kekurangan kebutuhan Pemilu di wilayahnya.

“Dikhawatirkan jika tidak dicicil dari sekarang pekerjaan di tahun depan akan menumpuk. Dan sampai dengan sekarang sampul dan bilik satupun tidak ditemukan kerusakan. Semua dalam kondisi bagus,” ungkapnya.

Untuk keamanan gudang, setidaknya enam orang yang terdiri lima personil kepolisian dan satu satpam gudang di kerahkan. Jumlah tersebut untuk menjaga tempat penyimpanan itu hingga pelaksanaan Pemilu rampung, untuk sistem penjagaannya menggunakan sistem shift selama 24 jam.

Mengingat bilik kotak suara terbuat dari kertas, Dayat mengatakan akan rutin untuk melakukan penyemprotan menggunakan cairan disinfektan. Itu untuk menghalau rayap dan jamur yang merusak kotak suara.

Selain itu, gudang penyimpanan juga dilengkapi dengan palet kayu setinggi 15 sentimeter yang berguna sebagai panggung agar bilik tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Tempat penyimpanan juga telah dilengkapi dengan terpal dan setiap sampul maupun bilk telah dilapisi dengan plastik.

“Sehingga ketika ada air, tidak langsung mengenai logistik. Jadi perlindungannya berlapis-lapis,” katanya.

Saat ini, KPU Kota Jogja juga tengah menunggu datangnya surat suara yang akan disortir dari KPU RI. Dayat menuturkan saat ini, komisioner pusat sedang melakukan pengecekan daftar pemilih tetap di setiap kabupaten/kota di Indonesia, yang nantinya akan dilakukan pencetakan surat suara.

“Kemungkinan Februari 2019, surat suara akan kami terima,” jelasnya. (cr5/pra/fn)