KULONPROGO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo menemukan 25 ribu keping kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) invalid dalam proses penatausahaan e-KTP, Selasa (18/12). Setelah ditemukan, rencananya segera dimusnahkan.

Kepala Disdukcapil Kulonprogo Djulistyo menjelaskan, e-KTP ivalid itu sebagian sudah rusak atau datanya tidak relevan lagi. Misalnya pemilik sudah berganti identitas dari status pernikahan, pindah alamat, atau sudah tidak jelas tulisan maupun foto yang tertera di atasnya.

“Kami menemukan 25 ribu keping e-KTP invalid yang diperoleh dari 12 kecamatan. Dalam proses pengecekan, dikumpulkan berdasarkan tahun penerbitan, mulai dari 2011 hingga 2018,” ungkap Djulistyo.

Menurutnya, e-KTP invalid rencana akan dimusnahkan secara bertahap mulai Rabu (19/12). Tahap pertama, dari sekitar 900 keping e-KTP invalid terbitan 2011-2013, akan dimusnahkan sebanyak 400 keping. Pemusnahan juga akan terus dilakukan tiga hingga empat bulan ke depan.

“Sebelum dimusnahkan, e-KTP invalid ini kami data lebih dulu, berikut dibuatkan berita acara pemusnahan berdasarkan data per nama per alamat,”  ujarnya.

Ditegaskan, pemusnahan e-KTP invalid dilakukan dengan tujuan keamanan, agar tidak disalahgunakan oleh orang tak bertanggungjawab. Pemusnahan juga mengikuti instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pihaknya juga melakukan penarikan kepingan e-KTP yang tidak terpakai dari semua tempat pelayanan kecamatan.

“Selain itu, setiap warga yang melakukan perbaruan data kependudukan e-KTP lama akan ditarik dan diberi tanda dengan digunting atau dilubangi. E-KTP yang sudah tidak terpakai selanjutnya dikumpulkan, dimasukkan dalam gudang dan dikunci,” tegasnya.

Agung Nugroho, 38, warga Lendah, Kulonprogo, mengungkapkan ia berencana mengganti e-KTP miliknya yang sudah rusak. E-KTP yang dimiliki diterbitkan tahun 2015 dan kondisinya kini sudah terkelupas.

“Karena rusak, saya ingin ganti. Proses penerbitan e-KTP baru ternyata sangat mudah. Tinggal cetak, asalkan tidak ada perubahan data kependudukan,” ujar Agung. (tom/laz)