PURWOREJO – Hingga November lalu, nilai investasi yang masuk Purworejo hanya naik 3,97 persen atau senilai Rp 13,414 miliar. Dari total nilai investasi Rp 324,408 miliar pada 2017, tahun ini menjadi Rp 337,822 miliar. Hanya menyisakan satu bulan hingga tutup tahun, dimungkinkan tidak ada pertambahan berarti.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Din PMPTSP) Purworejo Widyo Prayitno mengungkapkan nilai investasi itu memang belum mengalami peningkatan signifikan. Bahkan jika ditilik dari tahun-tahun sebelumnya, peningkatan dari t 2017 ke 2018 lebih rendah dibandingkan 2016 ke 2017. “Pada 2017 peningkatannya mencapai Rp 56,77 miliar dibanding 2016. Pada 2016 itu nilai investasinya 267,636 miliar,” kata Widyo, kemarin (18/12).

Widyo menyebut, penyumbang investasi tertinggi pada 2018 yakni sektor perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi Rp 78,171 miliar. Diikuti sektor industri barang galian bukan logam Rp 60,050 miliar, sektor konstruksi Rp 44,833 miliar, serta sektor keuangan aktivitas jasa keuangan bukan asuransi dan dana pensiun dengan nilai investasi Rp 43,510 miliar.

Disinggung belum signifikannya peningkatan investasi, Widyo menyebut salah satunya adalah belum belum selesainya proses revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Perda tersebut sangat penting bagi calon investor karena menyangkut kepastian tata ruang untuk penentuan lokasi investasi.”Sebab lain juga terkendala perubahan sistem perizinan dengan penerapan Online Single Submission (OSS), sempat terjeda dua bulan. Kami sudah mulai menerapkan 21 Juni 2018,” imbuh Widyo.

Widyo berharap 2019 mendatang pertumbuhan invesasi akan meningkat di Purworejo. Rencana Operasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo diharapkan akan mendongkrak harapan itu. Potensi investasi yang ditonjolkan Purworejo salah satunya sektor pariwisata.”Dengan berkembangnya sektor pariwisata, diharapkan juga akan mendorong berkembangnya sektor UMKM,” katanya.

Menurutnya, Purworejo sebenarnya siap mengembangkan kawasan selatan sebagai border city. Di kawasan tersebut diharapkan akan berkembang sektor perdagangan dan perindustrian. Operasional bandara sendiri diharapkan bisa meningkatkan arus investasi hingga 5 persen.

Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas PMPTSP Purworejo, Muhibbatul Karimah menyatakan, capaiaan investasi di Purworejo sudah melampaui yang ditargetkan yakni peningkatan dua persen. (udi/din)