SLEMAN – Libur telah tiba, momentum seperti ini biasanya tak disia-siakan oleh para orang tua untuk mengkhitankan anak lelaki mereka. Benar saja, dalam waktu dua hari info khitan masal oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) Kabupaten Sleman di media sosial banjir pendaftar.

Tercatat sebanyak 107 anak antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan rutin tiap tahun ini di aula kantor Kemenag Kabupaten Sleman, Selasa (18/12).

Ahli Sunat Suryono, Amd Kes mengaku tertantang, sebab bong supit yang terkenal dengan jargon ora loroo ora loro ini harus mengkhitan 107 anak dalam waktu 2 jam saja.

Alhamdulillah tidak ada kendala, dapat selesai tepat waktu, saya tidak sendiri, ada tim yang membantu termasuk anak saya,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Pak Sur ini menjelaskan metode yang digunakan untuk mengkhitan kali ini yakni dengan metode hipnotis dan laser. Sebab dengan metode ini anak menjadi tenang dan nyaman.

“Ada tiga orang dari tim kami yang bisa menghipnotis, jadi itu membantu sekali,” tambahnya.

Sedangkan untuk lasernya sendiri digunakan agar penanganannya menjadi lebih cepat, efisien, tidak berdarah, dan cepat sembuh.A

Adapun peserta khitanan masal ini dari Kemenag Kabupaten Sleman mendapatkan baju koko, sarung, peci dan uang saku.

Selain Khitan masal, kegiatan lain juga diselenggarakan guna menyemarakkan peringatan HAB ke-73 ini, seperti lomba film pendek, gerak jalan peduli lingkungan, donor darah, tumpengan, dan sebagai acara puncak akan dilaksanakan upacara bendera HAB ke-73 pada Januari mendatang. (sce/ila)