SLEMAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman sudah ramai sejak pagi, kemarin. Ratusan anak berbaju koko dan bersarung, datang diantar orang tuanya.

Mereka menuju ke lantai dua. Satu per satu nama si anak dipanggil. Ketika disebut, ada anak yang langsung masuk dengan yakin, ada juga yang menangis sambil memeluk ibunya.

Memasuki musim libur sekolah, banyak anak melakukan sunat sebagai kewajiban muslim yang memasuki usia remaja. Banyak pula lembaga yang menggelar acara sunatan masal. Salah satunya, Kantor Kemenag Sleman tersebut.

Menurut Kasi Binmas Islam Kemenag Sleman, Sugito menerangkan, sunat masal merupakan acara memeringati Hari Amal Bakti (HAB) Ke-73 Kemenag. “Bukan hanya sunat masal, ada juga kegiatan tanam pohon sebanyak 73 bibit,” kata Sugito (18/12).

Dijelaskan, animo masyarakat mengikuti sunat masal sangat besar. Kuota peserta yang tadinya 73 anak, membengkak menjadi 107 anak.

Semuanya merupakan perwakilan dari madrasah di 17 kecamatan se-Sleman. Karena banyaknya pendaftar, Kemenag Sleman kewalahan. “Tidak menyangka sebanyak ini. Memang anggaran membengkan, namun tidak masalah,” kata Sugito.

Raut muka penuh kekhawatiran menyelimuti Kevin Sulthon. Bocah 11 tahun tersebut ragu ketika memasuki ruangan sunat. “Awalnya takut, ternyata tidak apa-apa,” ujar Kevin, warga Dusun Ketingan, Tirtoadi, Mlati.

Untuk membunuh rasa takut, saat disunat Kevin diajak bercerita oleh petugas yang menyunat. Dia diminta membaca asmaul husna dan surat-surat pendek.

Usai sunat, Kevin mendapat uang saku Rp 250 ribu. Mendapatkan peci, baju koko dan sarung. Dia rela antre sejak pagi. Padahal Kevin mendapat giliran disunat pukul 10.12. “Lama tidak apa-apa asal dapat hadiah,” kata Kevin riang. (har/iwa/rg)