GUNUNGKIDUL – Tingkat kunjungan wisatawan di seluruh objek wisata (obwis) diprediksi melonjak saat musim liburan panjang Natal dan tahun baru (nataru). Selain mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), musim liburan panjang kali ini juga membawa persoalan lingkungan : tumpukan sampah.

Mengantisipasi hal itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Aris Suryanto mengingatkan agar semua pihak memperhatikan kebersihan lingkungan. Terutama, di area wisata. Sebab, ada sanksi yang menanti pembuang sampah sembarangan.

”Kami memiliki Perda Nomor 10 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah,” kata Aris saat dihubungi kemarin (18/12).

Dalam regulasi ini, pembuang sampah sembarangan yang tertangkap basah dijerat dengan sanksi pidana. Menurutnya, sanksi serupa juga berlaku bagi pembuang sampah sembarangan yang tertangkap CCTV (circuit closed television).

”Nanti menjalani sidang tindak pidana ringan,” tegasnya.

Guna mengatasi tumpukan sampah saat musim liburan panjang nataru, Aris menyebut DLH telah menyiapkan personel khusus. Mereka terbagi dalam tiga kelompok. Personel khusus ini juga didukung dengan armada truk dan sepeda motor roda tiga.

”Agar sampah bisa langsung dibuang ke TPAS Baleharjo, Wonosari,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, pengelolaan sampah saat ini ditangani DLH. Meski sampah yang berada di obwis. Sebelumnya, pengelolaan ditangani dispar.

”Dulu kami beberapa program. Di antaranya bersih-bersih menjelang Subuh,” katanya.

Asti pun berharap berbagai program itu ditindaklanjuti DLH. Agar kebersihan seluruh obwis tetap terjaga. (gun/zam)