JOGJA – Meski sudah mengampanyekan gerakan cashless, Bank Indonesia memperkirakan permintaan uang kartal perbankan di DIJ untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti naik. Tahun ini BI DIJ menyiapkan Rp 2,3 triliun. Meningkat 43 persen dibanding tahun lalu yang hanya Rp 1,6 triliun.

Estimasi jumlah permintaan tersebut berdasar pengajuan dari  perbankan DIJ. Terkait kebutuhan uang kartal selama masa liburan, baik yang disalurkan secara langsung maupun untuk melalui mesin ATM. Hingga 14 Desember, realisasi terhadap proyeksi telah mencapai 39 persen dari jumlah proyeksi yang disampaikan perbankan. “Artinya uang sudah ditarik keluar 39 persen sampai 14 Desember,” jelasnya dalam jumpa pers di Kantor Perwakilan BI DIJ kemarin (19/12).

Meningkatnya angka permintaan, kata Budi, disebabkan karena pertumbuhan ekonomi DIJ. Sementara tren pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan kebutuhan uang kartal.  “Pada 2016 lalu pertumbuhan ekonomi DIJ 5,6 persen dan naik di 2017 mencapai 5,9 persen,” ujarnya. Diperkirakan kenaikan tahun ini mencapai 6,03 persen.

Selain tren kegiatan ekonomi yang meningkat, juga karena pengaruh inflasi. Ada kenaikan harga berarti ada tambahan uang yang harus dibelanjakan. Perkiraanya sekitar sekitar tiga persen. “Juga tambah estimasi uang untuk berjaga-jaga, dalam hal liburan, barangkali masyarakat narik (uang) dulu di depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Budi juga menghimbau bagi masyarakat yang masih memiliki uang kartal emisi 1998 dengan pecahan Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu emisi 1999 untuk segera menukarkan ke BI. Paling lambat 30 Desember. Karena BI melakukan pencabutan dan penarikan uang tersebut guna melakukan pengamanan. Dengan pertimbangan, meski telah beredar cukup lama, namun masih terdapat pecahan yang beredar saat ini. “Habis itu tidak dinyatakan berlaku lagi,” tegasnya.

Ketua tim pengedaran uang BI DIJ Hendrawan menambahkan, mekanisme penukaran hanya bisa dilakukan di BI. Bukan di layanan perbankan. “Apabila uang tersebut asli akan diberikan penukaran,” katanya.

Hendrawan juga mengatakan, untuk persiapan Nataru, BI DIJH juga membuka layanan kas keliling di samping layanan bank umum. Hingga 30 Desember. (tif/pra)