JOGJA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) tak ingin kecolongan. Tingginya arus lalu lintas penumpang kereta api jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 sangat mungkin disalahgunakan seseorang untuk bertindak kejahatan. Peredaran narkoba, misalnya. Upaya pencegahan dilakukan sejak kemarin. PT KAI Daop 6 Jogjakarta menyiagakan anjing pelacak polisi. Untuk mendeteksi kemungkinan adanya benda-benda atau paket mencurigakan. Selain narkoba, juga senjata tajam atau bahan peledak.

Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto mengatakan, fungsi anjing pelacak untuk menggantikan mesin X-ray. Karena PT KAI belum memiliki mesin X-ray seperti di bandara. “Kalau ada barang mencurigakan nanti akan terendus oleh anjing pelacak,” katanya optimistis di sela apel siaga menyambut Nataru 2019, Rabu (19/12).

Demi memenuhi permintaan masyarakat PT KAI akan menambah gerbong pada delapan kereta reguler. Di antaranya, Argolawu, Dwipangga, Taksaka, Lodaya, Sancaka, dan Mataram Premium. Kebijakan tersebut untuk antisipasi lonjakan jumlah penumpang. Dikatakan, data pembelian tiket pada medio 20 Desember 2018 – 6 Januari 2019 mencapai 621.126 orang. Meningkat 3 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama, yakni 601.225.

Eko memastikan hingga kemarin tiket keberangkatan dari Jogjakarta tujuan Jakarta masih tersedia. Kecuali tiket tanggal 24, 25, 30 Desember. Dan 1 Januari 2019. Ludes. “Tapi jangan putus asa. Barangkali ada yang membatalkan atau mengubah jadwal keberangkatan,” tutur Eko.

Kesiapsiagaan menyambut Nataru 2019 juga dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jogjakarta. Manager PT PLN UP3 Jogjakarta Eric Rossi Nugroho mengatakan, setiap akhir tahun konsumsi listrik selalu meningkat. Upaya preventif menjaga pasokan listrik dengan menyiagakan 256 personel pelayanan keandalan. “Mereka siap 24 jam nonstop. Jika ada gangguan, upaya pemulihan tak boleh lebih dari tiga jam,” ujarnya. (cr9/cr10/yog)