MAGELANG – Ini memang bukan program baru. Tetapi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa perlu untuk ikut menyosialisasikannya lagi. Yakni program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Seperti yang dilakukannya saat peringatan Hari Ibu di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Walikota Magelang, Selasa (18/12). “Tema yang kami angkat yakni tentang bagaimana perempuan peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka,” kata Ganjar.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan sosialisasi untuk kesehatan reproduksi wanita melalui tes, dokter, dan lainnya. Tujuannya agar perempuan perduli terhadap dirinya sendiri. Dampak dari program tersebut telah dirasakan. Yakni angka kematian ibu di Jawa Tengah mengalami penurunan.

Ganjar juga mendorong kota/kabupaten untuk membantu program ini. Termasuk mendorong adanya kota layak anak di setiap daerah.Menurutnya, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak akan sangat bergantung pada sejauh mana mau melapor.”Semakin berani mereka melapor, makin bagus kita berikan edukasi dan pencegahan,” ungkap Ganjar.

Kota Magelang juga terus berkomitmen untuk memajukan kaum perempuan agar sejajar dengan kaum pria. Hal itu diwujudkan dalam berbagai hal. Termasuk melalui peringatan Hari Ibu yang dipusatkan di Kota Magelang tersebut. “Perayaan Hari Ibu ini merupakan komitmen bersama untuk memajukan kaum perempuan agar sejajar dengan kaum pria,” jelas Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

Sigit juga mengajak semua pihak untuk memajukan kaum perempuan. Sehingga mereka mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara. Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh kepala daerah atau perwakilan 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah juga dihadiri  Gubernur Akademi Milter (Akmil) Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Juga Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono, Danyon Armed 11 Letkol Arm Siswo Budiarto dan lainnya.

Dalam acara tersebut 57 taruna dan 14 taruni Akmil ikut memeriahkan acara dengan menampilkan kolaborasi rampak gendang Akmil, tari saman, Densik Band, dan tari modern. (dem/din)