SLEMAN – Politik uang (money politics) masih menjadi ancaman demokrasi. Sebagian besar politikus menjelang pemilihan umum (Pemilu) bersikap pragmatis. Mendapatkan suara dengan membagikan sejumlah uang.

Dugaan politik uang kembali menyeruak di Sleman. Kejadiannya di Ngaglik, tepatnya Desa Sardonoharjo.

Sebelumnya, pernah ada kasus serupa di sana. Namun karena bukti tidak kuat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman tidak melanjutkan kasus tersebut.

Terbaru, kasus dugaan politik uang dari simpatisan pasangan capres Jokowi-Ma’ruf. Diduga dilakukan oleh pendukung Jokowi dalam bentuk bakti sosial yang dilakukan Sabtu malam (15/12). “Ini bukan politik uang,” kata koordinator bakti sosial, Budi Setiyono.

Dia mengatakan, sembako yang dibagikan tidak gratis. Namun berbentuk kupon dengan nominal Rp 15 ribu dan konsepnya pasar murah. “Jadi tidak gratis,” tegasnya.

Kabar adanya politik uang dalam baksos itu juga ditepis Bawaslu Sleman. Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sleman, Ibnu Darpito mengatakan pihaknya telah mengkaji temuan tersebut.

“Belum ada indikasi politik uang,” kata Ibnu Kamis (20/12).

Dikatakan, kronologi yang terjadi di Sardonoharjo adalah para relawan memberikan kupon. Tidak gratis, tapi dijual dengan harga Rp 15 ribu untuk ditukar dengan sembako. “Dari kalkulasi harga total sembako tidak lebih dari Rp 60 ribu,” katanya.

Ibnu menjelaskan, pembagian sembako itu sebenarnya boleh. Asal tidak dalam konteks kampanye. Dalam acara bakti sosial itu, kata Ibnu, memang ada Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye (STTPK).

“Dalam surat itu isinya menyatakan bukan kampanye tapi dalam acaranya kental aroma kampanye,” katanya.

Ibnu memaparkan, bentuk kampanye dapat dilakukan dengan orasi politik. Penyampaian visi misi atau menyampaikan program. Bisa juga dalam bentuk pembagian alat peraga kampanye (APK).

Terkait gambar, dalam aturan disebutkan bisa dinamakan kampanye kalau ada unsur kumulatif. Yaitu terdapat pasangan calon dan nomor urut. “Kalau hanya satu aspek, bukan APK,” katanya. (har/iwa/fn)