KULONPROGO – Petugas gabungan Satlantas Polres Kulonprogo dan Dinas Perhubungan Kulonprogo menemukan kendaraan wisata tidak laik jalan. Sistem kemudi tidak stabil, rem tidak sempurna, dan safety riding tidak berfungsi maksimal.

Kondisi tersebut membahayakan wisatawan yang menumpanginya. “Kami beri waktu lima hari untuk melakukan perbaikan. Saat beroperasi harus benar-benar ready berfungsi. Laik jalan dan aman,” kata Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Maryanto, saat melakukan pengecekan Jip Wisata Kampoeng Traveler di Pengasih (20/12).

Banyak jasa penyewaan jip wisata di Perbukitan Menoreh. Di antaranya Kali Biru, Pule Payung, Waduk Sermo, Ekowisata Sungai Mudal, Air Terjun Kembang Soka, Ayunan Langit, Karst Tubing, Kedung Pedut, dan Hutan Pinus.

“Sebagian jip harus dibenahi. Semua demi keselamatan penumpang. Manakala terjadi kecelakaan, kami akan melakukan penegakan hukum sesuai tugas kami,” tegas Maryanto.

Dia mengimbau pengusaha jasa angkutan wisata melengkapi dan memperbaki perlengkapan kemanan. Pemeriksaan kendaraan wisata akan terus dilakukan polisi.

“Jika masih ditemukan (jip tidak laik jalan) dan nekat mengangkut wisatawan, petugas akan menindak tegas. Yakni dengan tilang dan mencabut izin usaha angkutan wisata,” kata Maryanto.

Pengelola Jip Wisata Menoreh, Firmantoko mengatakan pengecekan memang rutin dilakukan. Khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru). Kenaikan pengunjung bisa mencapai 50 persen.

“Kami menyediakan jip wisata untuk mengantar pengunjung menikmati panorama alam Menoreh. Jip dipilih karena cocok untuk medan sulit dan ekstrem,” ujar Firmantoko.

Selain jip wisata, dia juga menyewakan motor trail dengan kondisi prima. Perawatan selalu dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan.

“Kendaraan harus benar-benar ready. Kalau tidak, risiko terjadi kecelakaan. Dari enam unit jip wisata, dua sudah kami bengkelkan. Kalau ada trouble harus kami benahi,” ungkapnya. (tom/iwa/fn)