Menyemarakkan Haul Syekh Subakir, Pemkot Magelang tahun 2018 menggelar dengan lomba rebana dan khataman Alquran 30 juz di sekitar area wisata Gunung Tidar. Sebanyak delapan grup rebana menampilkan penampilan terbaik untuk menarik perhatian pengunjung dan dewan juri.

Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Jarwadi, lomba rebana diikuti delapan grup se-Kota Magelang. Satu grup maksimal 15 orang, baik laki-laki maupun perempuan. Setiap grup membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan menggunakan minimal tiga jenis alat musik rebana.

“Setiap grup dinilai tiga juri dari Kantor Kementerian Agama Magelang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan praktisi Wafiq Azizah. Yang dinilai meliputi vokal, aransemen, dan penampilan. Juaranya 1-3 dan kategori vokal terbaik, kostum terbaik, dan penampilan terbaik,” katanya.

Dia menuturkan, dalam menghadirkan haul ini pihaknya bekerja sama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Magelang. Di pagi hingga sore hari menjadi tugasnya menghadirkan lomba rebana dan khataman Alquran 30 juz.

“Bagian Kesra di malam hari sebagai puncak Haul Syaikh Subakir dengan mendatangkan penceramah KH Ahmad Muwafiq dari Jogja dan KH Chalwani (Pengasuh Pondok Pesantren An Nawai Purworejo). Pengisi pra acara kami tampilkan Qasidah Modern Emirates featuring Wafiq Azizah,” tuturnya.

Acara sengaja dibuat lebih beragam dari pagi hingga malam hari sebagai puncaknya. “Haul ini bagian dari event bernama Gelar Wisata Magelang, karena tidak lepas dari keinginan kita mempromosikan wisata di Kota Magelang, utamanya Gunung Tidar ke masyarakat luas,” ujar Jarwadi.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Magelang Sumartono berharap momen ini dapat mempertebal pemahaman agama masyarakat Magelang. Juga sebagai silaturahmi dalam rangka memperkuat ukhuwah islamiyah dan wathoniyah sebagai pondasi bangunan bangsa yang kuat. Apalagi kehidupan beragama di Kota Sejuta Bunga selama ini berdampingan dengan harmonis dan penuh toleransi.

“Tidak hanya semarakkan haul saja, tapi momen ini juga diharap dapat menghidupkan semangat berkesenian di masyarakat, utamanya yang religius,” tandasnya. (dem/laz/fn)