MAGELANG РWali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku takzim kepada Syekh Subakir yang diyakini sebagai pendahulu syiar agama Islam sebelum Wali Sanga. Dalam upayanya berterima kasih kepada tokoh penyebar agama di Tanah Jawa itu, Sigit sempat bertanya-tanya kepada banyak pihak untuk perwujudannya. Akhirnya menemukan cara dengan mengadakan  haul, seperti yang dilakukan Rabu (18/12) malam lalu.

“Jadi haul ini terlaksana setelah kami sempat tanya-tanya dulu ke para tokoh agama, kiai. Tidak terancana sebelumnya. Ini ungkapan terima kasih dan takzim terhadap Syekh Subakir yang makamnya ada di Gunung Tidar ini,” kata Sigit.

Orang nomor satu Kota Magelang ini mengemukakan hal itu, saat memberi sambutan dalam acara Haul Syekh Subakir yang diadakan di Kompleks Pertokoan Rejomulyo, sisi timur Gunung Tidar. Menurutnya, Pemkot Magelang akan berkomitmen melaksanakan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang. Tahun ini penyelenggaraan pertama.

“Tahun depan akan diselenggarakan lebih besar,” tuturnya. Sigit memberi apresiasi pihak-pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan yang tidak terencana tersebut.

“Saya apresiasi luar biasa kepada penyelenggara. Tahun ini Haul Syekh Subakir tidak direncanakan, tapi dengan segala upaya bisa diwujudkan,” ujarnya.

Kegiatan yang menutup Jalan Ikhlas ujung selatan ini menghadirkan KH Ahmad Muwafiq dan KH Chalwani sebagai pembicara. Dalam tabligh akbar itu, Gus Muwafiq mengisahkan tentang perjuangan para Wali Sanga yang dengan susah payah menyebarkan ajaran agama Islam di Nusantara.

“Wali Sanga dulu berjuang menyebarkan agama Islam di tengah agama yang sudah lebih dulu ada, yakni Hindu dan Buddha,” katanya.

Peran Syekh Subakir yang lebih dulu ada sebelum Wali Sanga, kata Gus Muwafiq, mestinya memiliki perjuangan yang sama besar dalam menegakkan ajaran Islam. Dia pun mengajak warga Kota Magelang untuk menghargai keberadaan Syech Subakir, salah satunya dengan menggelar haul.

“Umat Buddha sudah punya Candi Borobudur, di sini ada makam Syech Subakir, seharusnya juga dibangun masjid Syech Subakir. Yang besarnya tidak kalah dengan Candi Borobudur,” tutur Gus Muwafiq yang disambut tepuk tangan meriah para jamaah.

Gus Muwafiq juga meminta Wali Kota Magelang untuk memperlebar tempat parkir, sehingga pengunjung yang akan ziarah ke makam Syech Subakir tidak kesulitan saat akan memarkir kendaraan. “Parkirnya agak diperluas, ini kios-kiosnya digeser sedikit,” ujarnya. (dem/laz/fn)