JOGJA – Pintar saja sepertinya tidak cukup. Jika tidak dimbangi dengan semangat dan jiwa yang bersih. Kecerdasan tanpa attitude yang baik, tak akan menghasilkan pekerjaan yang memuaskan. Hal ini yang terus ditekankan Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha (STIE WW) Jogjakarta.

Sesuai visi kampus, prodi ini berkomitmen menciptakan lulusan yang punya jiwa berwirausaha, berintegritas dan berakhlak mulia. “Kami sudah melakukan peningkatan skill di bidang bahasa asing,” ungkap Ketua Prodi Manajemen STIE Widya Wiwaha Dila Damayanti saat ditemui Radar Kampus di kantornya pekan lalu.

Pada dua periode ini, Prodi Menejemen STIE WW sudah mengadakan Pesantren English (Trenlish). Mahasiswa baru diwajibkan mengikuti program ini pada tahun pertama, guna meningkatkan keterampilan mereka.

Upaya ini dilakukan agar ketika menghadapi dunia kerja, mereka sudah punya bekal pengetahuan bahasa inggris dasar. Apalagi prospek dunia kerja saat ini, sudah menggunakan bahasa internasional. “Setidaknya mereka bisa menghadapi lebih mudah nanti,” harapnya.

Prospek lulusan Manajemen PTS yang berlokasi di Jalan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, ini juga sangat luas. Dila, sapaannya, optimistis lulusan bisa bersaing lebih baik dengan keterampilan yang sudah dimiliki. Apalagi kompetensi manajemen dibutuhkan dalam semua lini.

Lulusan bisa masuk dalam sektor manapun. Tidak terpaku pada sektor bisnis saja. “Karena ada banyak cabang pekerjaan yang membutuhkan ilmu manajemen,” jelasnya.

Prodi Manajemen STIE WW memfasilitasi mahasiswa pada tiga konsentrasi. Pertama, keuangan syariah. Dijelaskan, konsentrasi ini hadir atas sebuah gagasan bahwa masyarakat sudah menggunakan konsep syariah. Baik pada bank syariah, koperasi syariah, maupun jual-beli syariah. “Segala sektor yang bekerja dengan konsep syariah bisa dimasuki oleh lulusan,” katanya.

Kedua, manajemen pemasaran. Pada sektor bisnis, pemasaran menjadi ujung tombak keberhasilan perusahaan. Hal ini menjadi penting. Walaupun lulusan tidak langsung menjadi seorang manajer, jelas Dila, setidaknya lulusan bisa memulai dari sektor paling awal, yaitu sebagai seorang marketer.

Terakhir manajemen sumber daya manusia (MSDM). Lulusan yang mengambil konsentrasi ini tidak difokuskan pada manajemen keuangan atau pun marketing saja. Selain berguna bagi masa depan karir, mempelajari MSDM, akan berguna ketika dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika memasuki dunia kerja, nantinya lulusan MSDM akan mengambil pekerjaan di bidang personalia.

Tak hanya komitmen ciptakan lulusan profesional. STIE WW juga identik dengan jargon kuliah sambil kerja. Kampus ini memberikan kesempatan bagi karyawan yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tak hanya bagi karyawan pemerintah, tapi juga bagi karyawan swasta. “Kami menyediakan kelas khusus bagi karyawan. Peminatnya sejauh ini masih stabil,” ungkapnya. (ega/laz)