SLEMAN – Lonjakan jumlah penumpang pesawat diprediksi terjadi di Bandara Adisutjipto selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Kepala Departemen Operasional dan Pelayanan Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta Riyaman memprediksi puncak arus mudik penumpang pesawat terjadi Minggu (23/12). Dengan jumlah sekitar 28 ribu orang. Jauh lebih banyak dibanding puncak arus mudik pada periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 26.205 orang. Lonjakan jumlah penumpang seiring kian padatnya jadwal penerbangan.

Mulai Kamis (20/12) sedikitnya tujuh maskapai penerbangan memberlakukan ekstra flight hingga 6 Januari 2019. Antara lain: Air Asia tujuan Jakarta; Lion Air (Jakarta, Makassar, dan Balikpapan); Bati Air (Jakarta); Citilink (Jakarta); Nam Air (Jakarta); Garuda Indonesia (Jakarta); serta Sriwijaya Air (Makassar).

Menurut Riyaman, ekstra flight menggunakan jadwal penerbangan militer. Selama musim libur Nataru seluruh aktivitas penerbangan militer diliburkan sementara. Sementara apron milik TNI AU dipinjamkan untuk menampung sedikitnya tiga pesawat komersial jenis boeing. Jam operasional bandara juga diperpanjang. Mulai pukul 05.00 – 24.00. “Ada tiga gate baru mulai dioperasikan. Gate 1 hingga 4 khusus penumpang Garuda, Citilink, dan Wings Air. Gate 5 hingga 7 bagi penumpang Lion Air dan Batik Air,” jelasnya Kamis (20/12).

Guna menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, pihak bandara terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jogjakarta. Jika cuaca buruk, kata Riyaman, bandara ditutup sementara. Hingga kondisi cuaca membaik untuk penerbangan pesawat.

Untuk pengamanan di area bandara, disiagakan anggota TNI AU, polisi, dan Basarnas DIJ. Gabungan TNI-Polri berkekuatan 300 orang. Mereka bertugas mencegah tindak kriminalitas dan aksi teror. Sedangkan tim Basarnas DIJ stand by satu kompi untuk penanganan status kedaruratan.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adisutjipto Marsma TNI Tedy Rizalihadi memastikan jajarannya all out. Mendukung teknis penerbangan pesawat komersial. Slot penerbangan militer, khususnya sekolah penerbangan, kosong mulai kemarin hingga 3 Januari 2019. Penggunaan slot penerbangan militer demi optimalisasi maskapai.

Lebih dari itu, Tedy mengisyaratkan penggunaan jalur masuk gerbang Akademi Angkatan Udara. Atau lebih dikenal dengan jalur khusus patung Garuda. Jalur perlintasan khusus bagi anggota TNI AU ini akan dibuka jika arus kendaraan di gerbang masuk bandara padat. Melalui jalur khusus patung Garuda, pengguna kendaraan bisa langsung mengarahkan ke area parkir Bandara Adisujtipto.

“Sama seperti tahun lalu. Untuk mengurai kemacetan. Semoga bisa membantu masyarakat dan wisatawan yang berlibur,” ujarnya. (dwi/yog/fn)