PURWOREJO-Kehadiran Bupati Purworejo Agus Bastian beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dimanfaatkan pedagang Pasar Baledono menyampaikan uneg-unegnya, Jumat (21/12). Yang utama, mereka mengeluhkan sepinya pembeli di pasar tradisional terbesar di Purworejo itu.

Kedatangan bupati ini merupakan inspeksi mendadak (sidak). Tujuan utama untuk mengecek ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Selain ke Pasar Baledono, rombongan juga mendatangi agen elpiji serta gudang kebutuhan pokok masyarakat.

‚ÄĚKami berkomitmen untuk terus berupaya meramaikan Pasar Baledono. Salah satunya angkutan umum untuk melewati kawasan ini,” kata bupati.

Secara khusus Bastian juga memerhatikan kebersihan pasar tersebut. Berjalan berjajar dengan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Din KUKMP) Gandi Budi Supriyanto, Bastian meminta agar tingkat kebersihan pasar terus dijaga. “Kalau memang tidak mampu dikerjakan sendiri, libatkan pihak ketiga,” kata Bastian.

Bupati juga berencana menertibkan keberadaan pedagang-pedagang liar yang selama ini dinilai menganggu pedagang resmi. Menurutnya, keberadaan pasar untuk menampung pedagang dan yang masih berada di jalan tidak diperkenankan.

Kepala KUKMP Purworejo Gandi Budi Supriyanto mengaku sudah melakukan beberapa langkah untuk meramaikan Pasar Baledono. Pihaknya juga berencana menggelar berbagai agenda untuk meramaikan kawasan tersebut.

Disinggung tentang ketersediaan kebutuhan pokok selama Natal dan Tahun Baru, Gandi mengaku semuanya sudah aman. Secara rutin pihaknya melakukan pengamatan ketersediaan barang di pasar-pasar tradisional utama di kabupaten Purworejo. “Soal kenaikan harga tidak ada hal yang menonjol. Cuma telur saja yang naik sekitar Rp 100 dan juga daging,” kata Gandi.

Sedangkan untuk gas elpiji 3 kg, ada penambahan kuota dari Pertamina untuk Purworejo dalam Nataru ini. Kenaikan itu mencapai 14 persen dari ketersediaan dibandingkan hari biasa. (udi/din/fn)