RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Lava Tour masih menjadi daya pikat wisatawan. Wisata minat khusus itu pada libur Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru) mengalami peningka-tan signifikan.

Peningkatan jumlah wisatawan itu harus dibarengi dengan kon-disi jip yang prima. Dari pan-tauan Radar Jogja selama dua jam di Kali Kuning (24/12), be-berapa jip mengalami mogok mesin. Penyebabnya, air sungai masuk ke mesin.

Ada juga yang terperosok di Kali Kuning. Membuat penum-pang menunggu sampai roda jip yang slip bisa lepas. ”Mau bagaimana lagi. Namanya juga alangan,” ujar penumpang jip asal Jombang, Ahmad Mujib.

Pria 36 tahun itu berlibur ke Jogja bersama komunitas pe-dagang pasar. Dia juga mem-bawa keluarganya berlibur. ”Tidak kapok meski sempat mogok,” kata Mujib yang ba-ru kali pertama mencoba Jip Lava Tour.

Dia berharap, manajemen Lava Tour bisa menata kondi-si jip lebih baik. Sehingga jip mogok tidak terulang. ”Harus ditingkatkan performanya,” pintanya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman rutin melakukan penge-cekan jip. Dibantu Indonesia Offroad Federation (IOF). Petu-gas Penguji Kendaraan Dishub Sleman, Zaenal Arifin menje-laskan, saat pengecekan me-nemukan beberapa komponen tidak layak dipakai.

Kemudi sebagian dilas. Tutup radiator tidak ada. Hand brake tidak ada. Tie rod kocak. Aki tidak standar ”Rata-rata jip Lava Tour masalahnya sama,” ujar Zaenal.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi barat, Dardiri menyebut, setiap bulan jip selalu diperiksa. ”Pengecekan mesin jip De-sember, pas pertengahan bu-lan lalu. Januari nanti juga ada pengecekan mesin. Rutin,” jelas Dardiri.

Dikatakan, sebelum berang-kat, para driver memastikan kondisi jip sempurna. Terma-suk memperbaiki kendala yang ada. ”Biasanya kaki-kaki. Dri-ver yang paham biasanya su-dah punya bengkel langganan,” kata Dardiri.

Salah seorang driver jip, Paijo mengatakan, kendala utama pada busi, kaki-kaki, dan kar-burator. ”Kalau mogok, biasanya busi basah atau karburator ke-masukan air,” ungkap Paijo.

Terkait kondisi jip, dia me-mastikan sebelum berangkat dicek dahulu. Ketika pulang, dicek lagi. ”Untuk menjaga kondisi mobil supaya baik,” katanya. (har/iwa/ong)